Kinerja Asuransi Umum Kuartal I 2025, Premi Capai Rp30,5 Triliun, Tumbuh 0,3%

0
114

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melaporkan di tengah ketidakpastian ekonomi global karena adanya isu perang dagang, industri asuransi umum masih memberikan hasil yang positif sepanjang kuartal pertama 2025.

AAUI mengungkapkan, premi asuransi umum pada periode tersebut sebanyak Rp30,5 triliun, tumbuh 0,3% dari Rp30,4 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Budi Herawan, Ketua Umum AAUI mengatakan daya beli masyarakat yang menurun memang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perlambatan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2025.

“Namun, ada beberapa sektor di industri asuransi yang masih tetap mencatatkan perolehan premi yang baik di periode kuartal pertama 2025 ini,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (13/6).

Kondisi asuransi umum pada kuartal pertama 2025

AAUI melaporkan, dari 15 lini bisnis dalam industri asuransi umum, hanya lima diantaranya yang mengalami kontraksi pertumbuhan premi pada kuartal pertama 2025. 

Lini bisnis yang mengalami kontraksi tersebut adalah suretyship (-37,6% yoy); aviation (-33,8%); energy on shore (-14,4%); property (-14,1%); dan motor vehicle (-5,35).

Baca Juga :   Data Sementara AAUI, Total Klaim Banjir dan Longsor di Sumatera Tembus Rp 567 Miliar

Di sisi kewajiban, pada tiga bulan pertama 2025, total klaim yang dibayarkan industri asuransi umum mencapai Rp10,97 triliun, naik 4,8% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan klaim ini terjadi pada lini usaha liability (+101,0%); personal accident (+61,9%);  suretyship (+46,3%); property (+33,0%); marine hull (+16,9%); dan credit insurance (+8,3%).

Dari segi pangsa pasar, premi industri asuransi umum masih didominasi oleh asuransi property atau harta benda dan motor vehicle atau kendaraan bermotor.

Asuransi harta benda memberikan kontribusi premi sebesar Rp7,8 triliun atau 25,56% dari total pendapatan premi.

Sementara pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor sebesar Rp5,24 triliun atau 17,17% dari total pendapatan premi.

Lini bisnis dengan pangsa besar yang besar juga adalah credit insurance atau asuransi kredit dan asuransi kesehatan. 

Pada kuartal pertama 2025, pendapatan premi asuransi kredit mencapai Rp3,98 triliun atau 13,04% dari total pendapatan premi.

Sementara pendapatan premi asuransi kesehatan sebesar Rp3,77 triliun atau 12,35% dari total pendapatan premi.

Leave a reply

Iconomics