Semester I 2025, BRI Bukukan Laba Bersih Rp26,5 Triliun 

0
49

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp26,5 triliun pada semester I-2025, didumumkan manajemen perusahaan di Jakarta, Kamis (31/7).

“Berbagai inisiatif transformasi yang berjalan, kinerja keuangan BRI pada paruh pertama tahun 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan, dengan penekanan pada strategi penghimpunan dana murah atau CASA yang berhasil mendorong efisiensi biaya dana dan menopang fundamental bisnis perseroan,” kata Direktur Utama BRI, Hery Gunardi.

Hery memaparkan, per akhir Juni 2025, aset BRI tumbuh 6,5% year on year (yoy) menjadi Rp2.106,4 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK), beber Hery, juga menunjukkan peningkatan yang solid, didorong pertumbuhan dana murah (CASA) yang terus menguat. Total DPK secara konsisten tercatat tumbuh sebesar 6,7% yoy menjadi Rp1.482,1 triliun.

Secara kualitas,  komposisi dana murah menunjukkan perbaikan yang signifikan dengan posisi CASA meningkat menjadi 65,5% dari tota DPK. Pertumbuhan CASA ini mencapai 10,6% yoy, didorong oleh kenaikan dana giro sebesar 16,1% yoy dan tabungan tumbuh sebesar 6,8% yoy.

Di sisi intermediasi, penyaluran kredit tumbuh 6,0% yoy menjadi Rp1.416,6 triliun. 

Baca Juga :   RUPSLB BRI Tidak Membahas Pengunduran Diri Ari Kuncoro dari Wakil Komisaris Utama

“Dari total kredit yang disalurkan, segmen UMKM memegang porsi yang terbesar,” kata Hery.

Pendapatan selain bunga, tumbuh sebesar 10,6% yoy mencapai Rp26,7 triliun. 

“Kita juga merasa bersyukur bahwa Pendapatan Operasional Sebelum Pencadangan atau Pre-Provisioning Operating Profit (PPOP) kita tercatat meningkat di semester I atau kuartal kedua tahun 2025 ini. PPOP kita meningkat sebesar 2,2% yoy mencapai sebesar Rp58,3 triliun. Ini mencerminkan solidnya pendapatan operasional BRI,” ujarnya.

Perbaikan fundamental kinerja tersebut, tambah Hery, berdampak positif terhadap pencapaian laba perseroan. 

“BRI berhasil mencetak laba sebesar Rp26,5 triliun hingga akhir Juni 2025,” katanya.

Viviana Dyah Ayu Retno K, Direktur Finance & Strategy menambahkan pada semester I 2025, BRI berhasil mengelola likuditas dengan baik. Hal ini tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) BRI yang berada di bawah 90%, yaitu di kisaran 84%-85%.

Selain itu, BRI juga mampu menjaga Liquidity Coverage Ratio (LCR) pada level yang sangat aman, yaitu 150,5%, berada di atas ketentuan regulasi yang minimial 100%.

Dengan kondisi likuiditas yang cukup terjaga ini, kata Vivi,  BRI dapat mengelola biaya dana dengan cukup baik pada 2025 ini. Cost of Fund atau biaya dana secara keseluruhan baik itu berasal DPK maupun dari non dana nasabah, turun dari 3,7% pada 2024 menjadi 3,6%.

Baca Juga :   Bentar Lagi Prabowo Dilantik, Menanti Janjinya Tekan Kemiskinan

Khusus untuk biaya dana DPK mengalami penurunan dari 3,2% menjadi 3% pada Juni 2025.

“Kami berharap bahwa kedisiplinan kami dalam mengelola likuiditas ini dapat menjadi fondasi yang baik di paruh kedua 2025 ini,” ujar Vivi.

Rasio permodalan atau CAR BRI juga masih solid. Per Juni 2025, CAR BRI sebesar 25,01%. “Ini jauh di atas minimum angka yang dipersyaratkan oleh regulator maupun dibandingkan dengan industri perbankan. Sejauh ini BRI mungkin menjadi bank kedua dengan CAR yang tertinggi. Hal ini mencerminkan kemampuan BRI dalam menyerap risiko sekaligus memberikan fleksibilitas untuk ekspansi bisnis di masa-masa mendatang,” kata Vivi.

Direktur Manajemen Risiko, Mucharom mengatakan, BRI juga mampu meperbaiki kualitas asetnya pada semester pertama 2025. Per akhir Juni 2025, rasio NPL BRI tercatat membaik dibandingkan periode yang sama di tahun lalu menjadi 3,04%. 

“Perbaikan tersebut dicapai seiring dengan upaya pertumbuhan yang selektif serta optimalisasi penagihan dan juga recovery,” kata Mucharom.

Meski membaik, tambah Mucharom, BRI tetap menyediakan pencadangan yang memadai, dengan NPL Coverage Ratio sekitar 188%. “Rasio ini mencerminkan tingkat kewaspadaan dan kehati-hatian atau prudential yang tinggi dalam mengantisipasi potensi risiko yang akan terjadi ke depannya,” ujarnya.

Baca Juga :   TPRA: BRI Sabet 2 Penghargaan

Dengan coverage ratio yang sangat memadai ini, tambah Mucharom, BRI tidak hanya mampu menjaga stabilitas neraca secara berkelanjutan, namun juga memberikan keyakinan kepada investor, regulator dan seluruh stakeholder bahwa perseroan memiliki fundamental yang kuat dalam menghadapi dinamika ekonomi dan juga tantangan pasar yang terjadi. 

“Kami tentunya terus memperkuat fungsi manajemen risiko di BRI dengan melakukan transformasi yang mengacu pada best practice industry,” ujarnya

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics