Ingatkan BOD dan BOC Vale Indonesia yang Baru, Anggota Komisi XII Tekankan Tata Kelola dan Praktik Pertambangan yang Baik
Ilustrasi aktivitas pertambangan PT Vale/Dok. Vale Indonesia
Tata kelola dan praktik pertambangan yang baik diharapkan akan terus melekat di PT Vale Indonesia Tbk. Pengurus Perseroan yang baru diharapkan mampu mengimplementasikan hal tersebut secara konsisten dan berkelanjutan.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto mengaku percaya bahwa jajaran Direksi dan Komisaris PT Vale Indonesia (PTVI) mampu meneruskan prestasi yang telah dicapai oleh perusahaan.
Sugeng juga berharap pimpinan baru ini bisa terus melanjutkan tata kelola dan menjalankan praktik pertambangan yang baik sesuai dengan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG).
Sugeng menilai deretan nama yang duduk di posisi pemimpin PTVI sudah memiliki pengalaman dalam memajukan PTVI.
“Bernardus Irmanto bukan orang baru, sebelumnya telah menjabat sebagai Plt Dirut PTVI ketika Febriany Eddy diangkat sebagai salah satu pimpinan Danantara,” kata Sugeng dalam keterangannya.
“Prinsipnya adalah, struktur baru direksi ini bagian yang tak terpisahkan dari proses pengembangan Vale lebih lanjut. Setelah zaman Febri dulu, ada langkah strategis korporasi yakni kepemilikan saham paling besar di Indonesia oleh MIND ID. Kita anggap itu berhasil,” kata politisi NasDem ini.
Menurut Sugeng, sejauh ini PTVI juga memiliki tata kelola ESG yang baik.
“Saya sempat mengunjungi Sorowako, tempat konsesi PTVI. Saya melihat sendiri bagaimana tata kelola pertambangan dilakukan dengan baik,” ungkapnya.
Sugeng melihat secara langsung bagaimana sumber energi yang digunakan PTVI dalam operasionalisasi sudah menggunakan pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Ia mengatakan, energi di Sorowako bersumber dari PLTA, di mana waduk dipelihara dengan kualitas air yang baik.
“Reklamasi pasca tambang juga baik dan menjadi percontohan tata kelola pertambangan yang baik,” ujar Sugeng.
Oleh karena itu, Sugeng berharap tata kelola pertambangan yang baik di PTVI mampu bertahan dan berkelanjutan di bawah kepemimpinan jajaran direksi dan komisaris yang baru.
Sugeng mengatakan komisaris memiliki fungsi pengawasan dalam konteks perencanaan praktik pertambangan, tata kelola harus tetap memenuhi dalam garis perencanaan pertambangan.
Ia menandaskan Komisi XII DPR sebagai mitra Vale mengawasi dalam proporsi tertentu utamanya tata kelola pertambangannya.