Jurus Jitu Jualan

0
44

Chief Business Executive MarkPlus Institute, Dimas Soerojo membeberkan jurus jitu jualan. Strategi penjualan tersebut menggabungkan ketepatan teknik ala seni bela diri Jiu Jitsu dengan pemanfaatan teknologi terkini seperti generative AI untuk menghadapi tantangan penjualan di era kini.

Saat Pekanbaru Marketing Festival 2025, Dimas memaparkan bagaimana tenaga penjual dapat membangun hubungan jangka panjang, membaca kebutuhan pelanggan secara akurat, dan menyelaraskan solusi bisnis melalui tiga prinsip dan lima jurus penjualan di tengah dinamika industri yang terus berubah.

“Seorang sales harus memahami strategi pemasar, Sebagai contoh, baju yang di targetkan untuk Gen-Z harus dijual dengan ukuran dan gaya yang sesuai dengan selera anak muda zaman sekarang,” kata Dimas dalam presentasinya.

Dimas menegaskan bahwa sales masa kini tidak cukup hanya pandai berbicara, tetapi harus memahami bisnis secara menyeluruh. Terdapat tiga prinsip yang menjadi fondasi.

Pertama, wawasan pemasaran yang komprehensif. Sales menguasai 4C (Change, Competitor, Customer, Company) untuk membaca dinamika pasar dan membentuk peran sales sebagai arsitek bisnis.

Baca Juga :   Kulkas Belleza Big Liter dari Polytron Jaga Kesegaran Makanan hingga 21 Hari

Kedua, literasi keuangan bisnis. Sales memahami laporan keuangan seperti Balance Sheet, Cash Flow, dan Income Statement agar kontribusi penjualan berdampak langsung pada profitabilitas dan keberlanjutan bisnis.

Ketiga, kolaborasi lintas divisi. Sales menjadi penghubung antara kebutuhan pelanggan dan operasional perusahaan dengan prinsip QCDS (Quality, Cost, Delivery, Service).

Dalam acara di Pekanbaru ini, MarkPlus Institute membagikan strategi penjualan modern yang diadaptasi dari buku terbarunya, Jurus Jitu Jualan: Makin Sakti dengan AI. Buku ini merumuskan lima langkah taktis yang dapat diterapkan di berbagai situasi.

Pertama, fleksibel dalam membangun relasi. Menyesuaikan pendekatan di setiap tahap hubungan, dari kenal, dekat, hingga akrab.

Kedua, mengubah perspektif dengan SPIN selling. Menggali kebutuhan pelanggan sebelum menawarkan solusi, diperkuat teknologi AI untuk akurasi.

Ketiga, memulai dari penawaran kecil. Menggunakan uji coba atau konsultasi singkat untuk membangun kepercayaan menuju kesepakatan besar.

Keempat, negosiasi dengan kuncian & lemparan. Memanfaatkan momen tepat terkait kebutuhan, waktu, dan harga untuk menciptakan win-win solution.

Kelima, langkah kecil, tepat sasaran. Mengoptimalkan CRM, AI, dan otomasi dalam siklus Get, Keep, Grow, Win-Back untuk efisiensi dan keberlanjutan hubungan pelanggan.

Baca Juga :   DSNG Catat Kenaikan Kinerja Bisnis di Kuartal I-2026

“Pasar bergerak cepat, dipengaruhi teknologi, perilaku konsumen, dan persaingan. Tenaga penjual yang lambat beradaptasi akan tertinggal, sementara mereka yang terus belajar, memahami tren industri, dan memanfaatkan teknologi dengan tepat akan selalu menemukan peluang baru,” kata Dimas.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics