AFPI Tetapkan 3 Poros Utama Penguatan Industri Pinjaman Daring di 2026, Apa Saja?

0
73
Reporter: Rommy Yudhistira

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menetapkan 3 poros utama penguatan industri pinjaman daring pada 2026. Strategi itu menjadi fase penting bagi industri pinjaman daring untuk menghadapi tantangan di masa mendatang.

Ketua Umum AFPI Entjik S. Djafar mengatakan, ketiga poros itu, pertama, penguatan tata kelola dan manajemen risiko melalui optimalisasi fintech data centerĀ (FDC), peningkatan kualitas pelaporan SLIK, penguatan keamanan siber, dan perlindungan data pribadi.

Kedua, percepatan pembiayaan produktif dan UMKM, dengan target peningkatan porsi pendanaan produktif hingga 40%-50% sesuai peta jalan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketiga, penguatan perlindungan konsumen dan reputasi industri, yang dijalankan melalui penguatan pengaduan terpadu, penerapan prinsip pinjaman yang bertanggung jawab, serta mengubah persepsi narasi pinjaman daring sebagai mitra pertumbuhan UMKM nasional.

ā€œAFPI memastikan seluruh program kerja 2026 akan sejalan denganĀ roadmapĀ OJK serta implementasi POJK 40 Tahun 2024 dan SEOJK 19. Fokus utama kami adalah memperkuat manajemen risiko, meningkatkan kualitas tata kelola, dan menjaga perlindungan konsumen sebagai fondasi pertumbuhan industri yang sehat dan berkelanjutan,ā€ kata Entjik dalam keterangan resminya pada Rabu (10/12).

Baca Juga :   RUPSLB Jasa Raharja Tunjuk M. Awaluddin sebagai Dirut

Meski menghadapi tantangan pelemahan daya beli masyarakat, kata Entjik mengatakan, industri pinjaman daring tetap menunjukkan daya tahan. Berdasarkan data OJK, outstandingĀ pendanaan pinjaman daring anggota AFPI mencapai Rp 90,99 triliun atau naik 22% per September 2025.

Capaian itu, kata Entjik, mencerminkan peran nyata pinjaman daring dalam menjangkau masyarakat yang belum terjangkau bank, termasuk pelaku UMKM.

ā€œDi tengah dinamika pasar, AFPI tetap teguh menjalankan mandat sebagai asosiasi resmi yang memastikan tata kelola, perlindungan konsumen, dan keberlanjutan industri,” ujarnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics