Gus Alex: Dari Zainal Abidin, Uang Pansus Haji DPR itu Sampai ke Nusron Wahid Melalui Orang Dekat

0
10
Reporter: Wisnu Yusep

Nama Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Nusron Wahid muncul berulang kali dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terdakwa kasus dugaan korupsi penentuan kuota tambahan haji 2023-2024, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex. Dalam BAP, Gus Alex mengungkap dugaan aliran uang senilai US$1 juta yang menurut keterangannya berkaitan dengan Panitia Khusus (Pansus) Haji Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI). Ia juga menguraikan komunikasi dengan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, pertemuannya dengan Zainal Abdin (Komisaris PT Sucofindo), hingga proses penyerahan uang yang disebut melibatkan Khomsin/Khomsun dan Acong.

Nama Nusron menjadi salah satu titik penting dalam keterangan Gus Alex, karena ia mengaku meyakini uang US$1 juta tersebut sampai kepada Nusron Wahid. Penegasakan Gus Alex itu diungkap secara berkali-kali bukan hanya di BAP.

Ketika dikonfirmasi secara langsung, Gus Alex pun menyakini uang dari hasil korupsi haji itu sampai ke politikus Golkar itu. “Saya yakin sampai ke Nusron,” katanya kepada wartawan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (24/09/2026).

Dalam pemeriksaannya kepada penyidik KPK, Gus Alex terlebih dahulu menjelaskan bahwa dirinya pernah menerima telepon dari Hasan, staf dari Muzani (Ahmad Muzani), anggota DPR RI dari Partai Gerindra. Hasan, menurut Gus Alex, meminta dirinya menyampaikan kepada Yaqut agar menghubungi Nusron Wahid dan melakukan pertemuan dengannya.

Gus Alex kemudian mengaku menjalankan permintaan tersebut. “Saya diminta menyampaikan kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas agar menghubungi Nusron Wahid dan melakukan pertemuan dengan Nusron Wahid,” demikian keterangan Gus Alex dalam BAP.

Setelah menghubungi Yaqut, Gus Alex mengaku mendapat jawaban bahwa Yaqut telah menghubungi Nusron dan akan melakukan pertemuan. Namun, Gus Alex mengaku tidak mengetahui apakah pertemuan tersebut benar-benar terjadi, di mana lokasinya, maupun apa hasil pembicaraan keduanya.

Baca Juga :   Puan: Maknai Imlek 2024 untuk Jaga Persatuan dan Kebersamaan Dalam Keberagaman

Keterangan itu kemudian berlanjut pada pertanyaan mengenai sumber uang US$1 juta yang sebelumnya disebut diminta oleh Zainal Abidin. Gus Alex dalam BAP menyebut dirinya hanya mengetahui sumber US$400 ribu dari total US$1 juta tersebut.

Menurut dia, sekitar US$300 ribu berasal dari PIHK yang berkaitan dengan kuota haji, sedangkan US$100 ribu lainnya merupakan uang pinjaman Agus Syafi kepada Budi Darmawan, mantan Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji (HIMPUH).

“Sebesar USD 400.000 adalah dari saya yang berasal dari PIHK terkait kuota haji sebagian yakni yang US$300.000, sedangkan yang US$100.000 merupakan uang pinjaman Agus Syafi ke Budi Darmawan (ex Ketum HIMPUH),” ujar Gus Alex dalam BAP.

Sementara US$600 ribu lainnya, Gus Alex mengaku tidak mengetahui sumbernya. Uang tersebut, menurut keterangannya, disiapkan oleh Muhammad Nuruzzaman. Dalam BAP Nuruzzaman, dirinya mencari pinjaman ke dua pengusaha yang dikenalnya.

Dengan demikian, total uang yang disebut dalam BAP mencapai US$1 juta. Setelah uang terkumpul, Gus Alex menyebut uang tersebut dikumpulkan oleh Erik, yang disebutnya merupakan anggota Densus dan ajudan Menteri. Dari Erik, uang kemudian disebut diserahkan kepada seseorang bernama Khomsin atau Khomsun. Nama Khomsin/Khomsun menjadi penting, karena menurut Gus Alex, Zainal Abidin menyebut orang tersebut sebagai orangnya Nusron Wahid.

“Saya tidak mengetahui sumbernya karena yang menyiapkan adalah Muhammad Nuruzzaman. Kemudian uang tersebut dikumpulkan oleh Erik anggota Densus yang menjadi ajudan Menteri dan kemudian oleh Erik diserahkan ke seseorang bernama Khomsin atau Khomsun yang merupakan orangnya Nusron Wahid menurut Zainal Abidin,” kata Gus Alex dalam BAP.

Sebelum uang diserahkan, Gus Alex juga mengaku bertemu dengan Zainal Abidin. Dalam pertemuan itu terdapat pula Khomsin/Khomsun dan Acong. Gus Alex menyebut Acong sebagai orang yang dia ketahui dekat dengan Nusron Wahid.

Baca Juga :   Komisi XI Setujui Penyertaan Modal BI Rp 40 M, Begini Peruntukannya

“Saya bertemu dulu dengan Zainal Abidin bersama-sama dengan Khomsin/Khomsun dan juga Acong yang saya ketahui adalah orang dekatnya/stafnya Nusron Wahid,” kata Gus Alex.

Gus Alex kemudian menyebut dirinya menyampaikan bahwa uang sudah siap. Penyerahan uang itu, menurut BAP, berlangsung di Hotel Kalibata. Erik disebut menyerahkan uang tersebut kepada Khomsin/Khomsun.

Puncak keterangan Gus Alex muncul ketika penyidik menanyakan apakah dia mengetahui uang US$1 juta tersebut benar-benar sampai kepada Nusron Wahid. Gus Alex tidak menyebut dirinya melihat langsung uang tersebut diterima Nusron. Namun, berdasarkan orang-orang yang disebut berada dalam rantai penyerahan uang, ia mengaku meyakini uang tersebut sampai kepada Nusron Wahid.

“Saya jelaskan bahwa menurut pandangan saya berdasarkan para pihak yang menerima uang yakni Khomsin/Khomsun dan Acong yang sepengetahuan saya merupakan orang dekatnya Nusron Wahid maka saya meyakini uang tersebut sampai kepada Nusron Wahid,” demikian keterangan Gus Alex dalam BAP.

Keyakinan Gus Alex mengenai penerimaan uang oleh Nusron didasarkan pada dugaan jalur perantara, karena dirinya meyakini bahwa uang itu sampai ke Nusron untuk “jalur pengamanan” Pansus Angket Haji DPR. Keterangan dalam BAP tersebut memperkuat kemunculan nama Nusron dalam persidangan kasus dugaan korupsi kuota haji. Sebelumnya, Gus Alex juga telah menyebut adanya permintaan uang yang berkaitan dengan Pansus Haji. Dalam persidangan, dia mengungkap nilai permintaan tersebut mencapai US$1 juta.

Pada 24 September 2026, Gus Alex kembali menegaskan kepada wartawan bahwa uang tersebut diperuntukkan bagi Pansus Haji dan menyatakan keyakinannya uang itu sampai kepada Nusron melalui Zainal Abidin, dengan nama Khomsin/Khomsun dan Acong berada dalam jalur tersebut.

Sementara, dalam BAP Zainal Abidin mengungkap bahwa Gus Alex sebelumnya meminta dirinya menyampaikan titipan uang kepada Nusron. Permintaan tersebut muncul setelah Ace Hasan Syadizily disebut menolak menerima uang.

Baca Juga :   Anggota Komisi V Ini Soroti Kinerja Wika yang Dinilai Tidak Fokus pada Suatu Proyek

“Beberapa hari kemudian Sdr. Gus Alex kembali mengajak saya bertemu. Dalam pertemuan tersebut Sdr. Gus Alex kembali meminta saya untuk menyampaikan titipan uang kepada Sdr. Nusron Wahid karena Sdr. Ace Hasan sudah menolak,” kata Zainal dalam BAP.

Zainal mengaku tidak bersedia menjalankan permintaan tersebut. Namun, dia kemudian menawarkan nama Khomsin. “Saya sampaikan bahwa saya tidak bisa. Kemudian saya menyampaikan bahwa ada orang lain yang bernama Sdr. Khomsin yang bisa dititipkan uang tersebut,” ujar Zainal.

Zainal bahkan mengaku menjamin keamanan uang itu selama berada dalam penguasaan Khomsin, karena telah mengenalnya sejak lama. Beberapa hari setelah pertemuan, Gus Alex kembali menghubungi Zainal. Kali ini, Gus Alex mengabarkan bahwa uang sekitar US$1 juta telah diserahkan kepada Khomsin.

“Beberapa hari kemudian, Sdr. Gus Alex menelepon saya dan menyampaikan bahwa Sdr. Gus Alex sudah menyerahkan uang kepada Sdr. Khomsin. Jumlahnya sekitar US$1.000.000,” ungkap Zainal dalam BAP.

Zainal kemudian meminta agar Gus Alex memberikan Rp50 juta kepada Khomsin sebagai ongkos untuk mengamankan uang titipan untuk ke Nusron selaku Ketua Pansus Angket Haji. Zainal pun mengaku menghubungi Khomsin sendiri untuk mengonfirmasi penerimaan uang. Hasilnya, menurut BAP Zainal, Khomsin membenarkan bahwa dirinya telah menerima uang tersebut.

“Kemudian Sdr. Khomsin menyampaikan bahwa sudah menerima uang tersebut,” kata Zainal.

Sementara itu, KPK sebelumnya menyatakan akan menelaah dan menganalisis setiap keterangan yang muncul dalam persidangan, termasuk fakta mengenai dugaan uang US$400 ribu yang dikaitkan dengan Pansus Haji dan perantara yang disebut memiliki hubungan dengan Nusron.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics