KAI Telah Jual Tiket Sekitar 2 Juta dari Total Sekitar 4,5 Juta Tempat Duduk di Periode Mudik Lebaran Ini

0
47
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah menjual sekitar 2 juta tiket, atau  46% okupansi dari total sekitar 4,5 juta tempat duduk yang disediakan pada 3 Maret 2026 pukul 09.00 WIB. Secara keseluruhan, KAI masih memiliki sekitar 2,43 juta tempat duduk yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mudik Lebaran.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pola perjalanan Lebaran menunjukkan peningkatan bertahap, dan diperkirakan mencapai puncak pada H-3 hingga H-1. Dan kembali meningkat pada periode arus balik.

Untuk penjualan kereta api jarak jauh, kata Anne, tiket yang terjual mencapai sekitar  2 juta lembar dari kapasitas sekitar 3,6 juta tempat duduk, dengan tingkat okupansi 56,6%. Sementara kereta api lokal terjual sekitar 47 ribu tiket dari kapasitas sekitar 937 ribu tempat duduk, atau okupansi 5,1%.

Anne menambahkan, KAI memperkirakan penjualan tiket kereta api lokal terus meningkat mendekati hari keberangkatan karena mayoritas tiket baru dapat dipesan mulai H-7. Sebagai bagian dari perluasan akses perjalanan masyarakat, KAI telah menghadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan yang tiketnya mulai dijual pada 25 Februari 2026, untuk keberangkatan 11 Maret-1 April 2026.

Baca Juga :   Menkeu: Penerimaan Pajak Capai Rp 116,2 T di Januari 2026, Tumbuh 30,7% YoY

Hingga 3 Maret 2026, kata Anne, Kereta Ekonomi Kerakyatan mencatat penjualan tiket sekitar 17 ribu dari total kapasitas tempat duduk, atau okupansi mencapai 62%.

“Kereta Ekonomi Kerakyatan kami hadirkan untuk memberikan pilihan perjalanan yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” kata Anne dalam keterangan resminya pada Rabu (4/3).

Masih kata Anne, KAI mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan fleksibilitas jadwal, atau memanfaatkan skema connecting train untuk memperoleh rute dan waktu keberangkatan yang sesuai.

KAI, kata Anne, terus memantau dinamika penjualan, dan memastikan kesiapan operasional angkutan Lebaran 2026 berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan memberikan ruang mobilitas yang optimal bagi masyarakat.

“Respons yang cukup baik menunjukkan bahwa layanan ini menjadi alternatif mobilitas yang diminati pada masa angkutan Lebaran,” ujar Anne.

Leave a reply

Iconomics