Kecelakaan Kereta di Bekasi, YLKI: Evaluasi Menyeluruh Sistem Perlintasan
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlintasan kereta api. Evaluasi itu dinilai penting untuk mencegah terulangnya kecelakaan kereta api seperti di Bekasi di masa mendatang.
Pengurus Harian YLKI Rio Priambodo mengatakan, pihaknya pun mendorong evaluasi terhadap fasilitas dan standar keselamatan pada gerbong kereta. Evaluasi ini khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.
Soal penempatan gerbong, kata Rio, termasuk gerbong khusus wanita di bagian depan dan belakang ditinjau ulang dari sisi keamanan. Untuk hal ini, pemerintah daerah dinilai perlu berperan aktif menyisir perlintasan kereta yang ilegal, dan bertindak tegas menutup demi keselamatan, serta keamanan masyarakat.
“Pembenahan sistem jalur kereta api, termasuk pemisahan jalur kereta jarak jauh dan kereta komuter, guna meningkatkan keselamatan dan mengurangi risiko kecelakaan,” kata Rio dalam keterangan resminya pada Rabu (29/4).
Di samping itu, lanjut Rio, pihaknya mendesak Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk menginvestigasi secara menyeluruh, dan transparan kecelakaan kereta di Bekasi itu. Juga menuntut kepastian, dan percepatan pemberian santunan kepada seluruh korban.
Penanganan korban, kata Rio, harus menjadi prioritas utama, meliputi, perawatan medis yang optimal bagi korban luka, dan pemulihan fisik serta psikologis korban. Tanggung jawab penuh pelaku usaha terhadap korban, termasuk bagi korban meninggal dunia.
“Keselamatan konsumen merupakan hak dasar yang harus dijamin oleh negara dan pelaku usaha. Peristiwa ini harus menjadi momentum untuk melakukan reformasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi publik di Indonesia,” ujarnya.