Menangkan Persaingan dengan Transformasi Digital Berbasis AI dan Seksama Menelisik Geopolitik

0
59

MarkPlus Conference 2026 yang juga menjadi tuan rumah The 11th ASEAN Marketing Summit (AMS) berlangsung dari 10 hingga 11 Desember 2025.

Dengan mengusung tema besar “Lean & Agile: AI and China in Focus”, acara ini digelar untuk membantu pelaku industri memahami perubahan yang terjadi, menavigasi tantangan baru, dan merumuskan strategi yang lebih adaptif di tengah percepatan teknologi serta dinamika ekonomi regional.

Sesi pembukaan MarkPlus Conference 2026 diawali dengan pembacaan The Jakarta Declaration of ASEAN 58, National Marketing Associations of the Asia Marketing Federation (AMF) in ASEAN, yang dipimpin oleh Roger Wang, ASEAN Caucus Lead – ASEAN Marketing Federation. Deklarasi ini juga menegaskan komitmen dan dukungan terhadap ASEAN 2026 positioning statement: “Navigating Our Future, Together”, sebagai panduan dalam memperkuat diferensiasi ASEAN sebagai kawasan yang damai, sejahtera, dan berorientasi pada masyarakat. Selain itu, ASEAN Marketing Caucus berkomitmen mendorong transisi kawasan menuju pasar yang semakin terhubung, inklusif, dan tangguh melalui pemanfaatan solusi berbasis AI.

“Deklarasi ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan memperkuat kerja sama pemasaran di seluruh Asia Tenggara. Kami hadir dengan satu tujuan yang sama, memajukan ekosistem pemasaran ASEAN agar semakin terintegrasi dan kompetitif,” ujar Roger Wang.

Baca Juga :   Pastikan Kepuasan Nasabah Terjaga, bank bjb Adopsi Teknologi Biometrik AI yang Disediakan Verihubs

Lalu dilanjutkan oleh opening speech dari Founder & Chair of MCorp, Hermawan Kartajaya, yang menyampaikan bahwa penyelenggaraan MarkPlus Conference 2026 dan ASEAN Marketing Summit ke-11 tahun ini menjadi momentum penting bagi kawasan.

“Melalui MarkPlus Conference 2026, kami ingin menegaskan bahwa ASEAN memiliki posisi strategis dalam lanskap geopolitik baru. AMS hadir di dalam MarkPlus Conference 2026 untuk memperkuat kolaborasi regional dan mendorong pelaku industri agar lebih siap menghadapi perubahan besar yang dipicu oleh AI dan dinamika ekonomi global, khususnya dari Tiongkok,” ujarnya.

Sesi selanjutnya adalah keynote speech oleh H.E. Denny Abdi, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang menekankan pentingnya peran Indonesia sebagai host dalam memperkuat posisi ASEAN di forum internasional turut ditegaskan. Urgensi kolaborasi ASEAN Plus Three (ASEAN plus Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok) untuk menghadapi dinamika ekonomi regional juga disampaikan oleh Prof. Young-Sup Joo, Former Minister Small and Medium Business Administration Korea Selatan. Sementara itu, pandangan mengenai kontribusi signifikan negara anggota terbaru ASEAN dalam memperkuat ekosistem regional turut ditekankan melalui H.E. Francisco Kalbuadi Lay, Wakil Perdana Menteri Timor Leste.

Baca Juga :   Penyedia Gen AI Feedloop AI Gandeng IBM Mendorong Adopsi AI di Perusahaan

Setelah rangkaian keynote speech yang menyoroti dinamika geopolitik dan arah kolaborasi Asia, agenda konferensi berlanjut pada sesi tematik yang membahas transformasi teknologi dan dampaknya bagi industri.

Memasuki sesi AI-Powered Impact, peserta mendapatkan paparan terkait perkembangan teknologi AI yang mempengaruhi keamanan siber, pembangunan brand B2B, hingga intelligent driving. David Sehyeon Baek, Founder & CEO Pygmalion Global (Korea), memaparkan peran AI sebagai toolkit utama oleh pelaku siber sekaligus sebagai garis pertahanan pertama. Sesi ini juga menampilkan Tiger Cao, CEO Kotler Marketing Group, serta Luther T Panjaitan, Head of Public & Government Relations BYD Indonesia, yang berbagi pandangan mengenai B2B brand building dan intelligent driving di ASEAN.

Tiger Cao, CEO Kotler Marketing Group (KMG) China, mengungkapkan bahwa, “Kami melihat dinamika yang sangat positif dalam hubungan ekonomi Tiongkok-Indonesia. Indonesia adalah pasar dengan potensi besar, dan melalui kehadiran kami di MarkPlus Conference, kami berharap dapat memperdalam pemahaman pasar serta membantu perusahaan Tiongkok dan Indonesia membangun kolaborasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.”

Pada sesi Lunch Talk, peserta disajikan perspektif global dari para pemimpin organisasi internasional. Prof. Dr. Syed Ferhat Anwar, President of World Marketing Council, membahas penggunaan AI untuk pengambilan keputusan bisnis. Kemudian, Masamichi Yazaki, Director of Commercial Service, Japan, and SEA, memetakan peluang baru dari sektor hiburan melalui AI dan pencapaian Guinness World Records. Sesi ini ditutup oleh Moon Ki Bong, President of ASEAN Business Center yang menyoroti munculnya “rising champions” di kawasan ASEAN.

Baca Juga :   Implementasikan AI di Sektor Properti, TelkomProperty Menggandeng Feedloop AI

Sesi berikutnya, China-Powered Impact, mengangkat strategi globalisasi brand untuk perkembangan pasar serta pengaruh Tiongkok dalam ekosistem bisnis global. Tiger Cao kembali hadir dengan topik mengenai strategi globalisasi brand. Tak hanya itu, Taufik, Group CEO of MCorp, memberikan perspektif mengenai bagaimana pelaku industri Indonesia dapat memanfaatkan dinamika ekonomi Tiongkok untuk memperkuat daya saing di pasar.

Rangkaian acara berlanjut dengan sesi Omnichannel Retail Transformation with AI yang dibawakan oleh Akarat Ngandee, Head of New Business APAC Infobip, yang memberikan pemahaman mengenai transformasi ritel berbasis AI dan penerapannya dalam meningkatkan pengalaman pelanggan.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics