Menko Perekonomian Beberkan Langkah-langakh Penguatan Sektor Pariwisata ke Depan

0
46

Sektor pariwisata berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 3,96% hingga kuartal III tahun 2025. Indikator devisa pariwisata pada periode sama mencapai US$13,82 miliar yang didukung oleh total penyerapan tenaga kerja pariwisata sebesar 25,91 juta orang.

Sementara itu, per November 2025, jumlah total kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yakni sebesar 13,98 juta. Pada periode kuartal III-2025, average spending wisman per arrival tercatat sejumlah US$1.259. Kunjungan wisman tertinggi yakni dari Malaysia (17,3%), Australia (11,3%), Singapura (10,5%), dan Tiongkok (8,8%).

“Memasuki tahun 2026 ini sesuai dengan apa yang disampaikan tadi oleh Ibu Menteri Pariwisata, target akhir tahun 2025 yang diproyeksikan mencapai 15 juta kunjungan wisman ini sudah tercapai, dan di tahun 2026 targetnya sebesar 16-17,6 juta kunjungan. Pendapatan devisanya diperkirakan antara Rp22 sampai Rp24,7 miliar dan kontribusinya terhadap PDB bisa naik menjadi 4,5 sampai 4,7%,” jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam agenda jumpa pers usai Rapat Koordinasi Kepariwisataan, di Kantor Kementerian Pariwisata, di Jakarta.

Baca Juga :   Angkasa Pura II dan Changi Airport Group Mendalami Rencana Kolaborasi untuk 3 Aspek

Dalam Rapat Koordinasi Kepariwisataan tersebut telah disepakati beberapa pilar utama untuk penguatan sektor pariwisata ke depan, di antaranya yaitu mengakselerasi infrastruktur dan konektivitas.

Hal ini dilakukan dengan mendorong konektivitas antar bandara yang sudah ada dengan beberapa bandara yang baru dibuka, ditambah juga dengan mengadakan program bersama antara Pemerintah Pusat dan Daerah, khususnya di daerah destinasi prioritas. Selain itu, juga akan dilakukan penyederhanaan akses masuk dengan mengevaluasi kebijakan Visa Kunjungan wisman.

Selanjutnya, dilakukan transformasi tata kelola dan digitalisasi yakni dengan memperbaiki ekosistem penyelenggaraan event di berbagai daerah dalam negeri melalui perizinan terintegrasi, kemudian tentang penguatan standar keselamatan melalui asuransi pariwisata.

Selain itu, penguatan sumber daya manusia (SDM) dan pembiayaan pariwisata akan ditingkatkan daya saing tenaga kerja melalui program upskilling dengan target 400 ribu orang per tahun, dan juga memastikan keberlanjutan fiskal melalui pembentukan Indonesia Quality Tourism Fund (IQTF) serta pemberian insentif pajak (PPh DTP) kepada para tenaga kerja pariwisata di tahun 2025-2026.

Baca Juga :   Melihat Perkembangan Covid-19, Kuota Penonton MotoGP Seri-2 Diturunkan

“Menjelang Hari Raya Lebaran ini, kita diminta juga untuk mempersiapkan program, termasuk program-program yang sudah dilaksanakan pada masa Lebaran sebelumnya, seperti program terkait dengan diskon tiket transportasi, diskon belanja, dan sebagainya. Tentu tadi juga dilakukan pembahasan terkait dengan fasilitas visa yang nanti akan dilaporkan kepada Bapak Presiden,” kata Menko Airlangga.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics