Adik Prabowo: Pemerintah Akan Tambah Jumlah Polisi Hutan hingga 70 Ribu Personel
Hashim Sujono Djojohadikusumo
Pemerintah berencana menambah jumlah polisi hutan dari 5 ribu menjadi 70 ribu personel. Penambahan tenaga tersebut dilakukan untuk memperketat pengawasan alam di taman nasional Indonesia.
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menyiapkan anggaran untuk memperkuat pelestarian alam di 57 taman nasional.
“Akan menjaga, dan betul-betul menjaga supaya nanti tidak ada unsur-unsur yang nakal, yang akan terus membabat hutan kita, membuka untuk tambang ilegal, dan melakukan hal-hal yang jahat,” kata Hashim di acara Nusantara Sustainability Trend Forum 2026, Jakarta, Kamis (12/2).
Kemudian, kata Hashim, pihaknya telah menemui delegasi dari 8 lembaga investasi keuangan global yang berencana menanamkan modal untuk menjaga kelestarian alam nasional. Rencana investasi itu, terbentuk berkat terbitnya Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional.
“Ditandatangani Pak Prabowo pada November lalu (2025). Ini saya bawa ke Belem, Brazil (COP30). Saya mewakili Pak Prabowo, di acara itu kita sampaikan bahwa Indonesia sekarang sudah sangat mendukung solusi-solusi nature based berdasarkan alam,” ujarnya.
Karena itu, kata Hashim, pada pertengahan 2026 pemerintah akan membuka secara penuh pasar karbon nasional. Pembukaan pasar karbon secara penuh akan dilakukan melalui sistem unit karbon (SRU).
“Ratusan miliar dolar sudah tersedia untuk ikut masuk ke Indonesia. Untuk menjaga hutan-hutan kita, menjaga laut kita,” tutur Hashim.