Aftech Beberkan Dukungan Pindar untuk Pertumbuhan UMKM

0
27

Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekosistem pinjaman daring (pindar) yang sehat dan berdampak nyata.

“Ada ketidakseimbangan narasi yang perlu dikoreksi, salah satunya tentang jutaan borrower yang berhasil tidak pernah jadi berita. Pindar adalah jembatan bagi jutaan orang tersebut, yang selama ini tidak punya rekam jejak perbankan dan kini bisa mendapatkan modal untuk tumbuh. Mereka yang meminjam untuk beli stok dagangan, bayar biaya sekolah anak, atau tambal modal saat arus kas seret dan kemudian melunasi pinjamannya tanpa masalah. Cerita mereka juga bagian dari realitas industri ini,” kata Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto dalam keterangan resminya.

Data industri mencatat bahwa sejak penyelenggara pindar mulai beroperasi, total akumulasi penyaluran pinjaman telah melampaui Rp1.388 triliun, dengan lebih dari 169 juta borrower aktif yang terlayani. Sebanyak 38 hingga 40% diantaranya adalah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang mendapatkan akses pendanaan untuk pertama kalinya, dan lebih dari 90% borrower membayar tepat waktu sesuai perjanjian.

Baca Juga :   Terdampak Covid-19, BCA Syariah Restrukturisasi Kredit hingga Rp 856 M

Firlie menambahkan AFTECH secara aktif memastikan seluruh penyelenggara pindar yang menjadi anggota AFTECH untuk beroperasi di atas standar tata kelola yang ketat, transparan dalam biaya dan bunga sejak awal perjanjian, dan memiliki mekanisme perlindungan konsumen yang terstandar dan dapat diakses publik.

“Kepercayaan adalah satu-satunya fondasi yang membuat industri ini bisa terus tumbuh dan relevan. AFTECH tidak hanya hadir sebagai asosiasi administratif. Kami adalah mitra aktif bagi setiap anggota dalam membangun kepercayaan itu, kepada pengguna, kepada regulator, kepada masyarakat luas,” katanya.

Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo menggambarkan bagaimana platform yang dipimpinnya melihat perubahan perilaku ekonomi di antara penggunanya dari waktu ke waktu.

“Yang kami lihat adalah bagaimana seorang borrower yang pertama kali meminjam untuk stok dagangan kecil, dua tahun kemudian sudah punya beberapa karyawan dan mulai masuk ke ekosistem perbankan formal. Pindar bukan titik akhir perjalanan keuangan mereka, kami adalah titik masuknya. Dan itu yang membuat pekerjaan ini punya makna,” kata Nucky.

Baca Juga :   OJK Dorong Perbankan dan LKNB untuk Permudah Pembiayaan UMKM

Senada dengan Direktur PT Sahabat Mikro Fintek (Samir), Yonathan Gautama, yang platformnya juga merambah segmen produktif di luar pulau Jawa.

“Ada sesuatu yang sangat kuat yang terjadi ketika seseorang yang tidak pernah dianggap layak oleh sistem keuangan formal, untuk pertama kalinya mendapatkan kepercayaan berupa modal. Kami mencatat bahwa dampak pinjaman produktif tidak berhenti pada penerima langsung, tetapi menjalar ke rantai ekonomi di sekitarnya: tenaga kerja yang terserap, pemasok lokal yang ikut tumbuh, dan perputaran uang yang semakin aktif di tingkat komunitas,” kata Yonathan.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics