Cetak Kinerja Positif, Bank Raya Bukukan Laba Bersih Rp 6,79 M di Kuartal I/2026

0
47
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya) mencetak kinerja positif pada Kuartal I/2026. Dari kinerja itu, Bank Raya membukukan laba bersih Rp 6,79 miliar.

Laba bersih itu ditopang dari kinerja perbaikan rasio margin bunga bersih (NIM) dari 4,87% pada Kuartal I/2025, menjadi 5,78% pada Kuartal I/2026, atau meningkat 91 bps secara tahunan (yoy).

Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan, posisi kredit digital juga meningkat menjadi 45,6% dari tahun sebelumnya hanya 32,1%. Penyaluran kredit digital tercatat sebesar Rp 8,14 triliun atau tumbuh 29% yoy.

Sejalan dengan hal itu, kata Bagus, outstanding kredit digital pun tumbuh mencapai Rp 3,14 triliun, atau meningkat 33,1% yoy. Hal itu disebut mencerminkan konsistensi pertumbuhan bisnis digital Bank Raya, dan sejalan dengan transformasi bank tersebut.

Kemudian, kata Bagus, pihaknya telah menyalurkan sebesar Rp 7,25 triliun melalui produk unggulannya yakni Pinang Dana Talangan. Jumlahnya tumbuh 33,4%, dengan outstanding Rp 1,15 triliun, dan tumbuh 63% yoy.

Baca Juga :   Agar Nasabah Tak Kabur, Bank Himbara Diminta Bebaskan Biaya Administrasi Transaksi

Pinang Dana Talangan, kata Bagus, disalurkan kepada sekitar 52 ribu agen BRILink, dan agen gadai.

“Kami optimistis pertumbuhan bisnis digital yang berkelanjutan dapat terus tercapai di sisa tahun 2026. Optimisme ini tentunya didukung oleh perkuatan inovasi produk digital, penerapan disiplin keuangan yang ketat untuk menjaga profitabilitas, sehingga menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham,” kata Bagus dalam Public Expose Bank Raya pada Selasa (9/6).

Dari sisi pendanaan, Bagus mengatakan, Bank Raya mencatat dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 8,44 triliun pada kuartal I 2026. Produk giro dan tabungan berkontribusi sebesar Rp 3 triliun atau tumbuh 30,2% yoy. Kemudian pertumbuhan dana murah yang didorong dari tabungan digital tumbuh 63,9% yoy, atau mencapai Rp 2,30 triliun.

Untuk likuiditas, kata Bagus, rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) sebesar 81,64%, dan rasio kecukupan likuiditas (LCR) 442,55%. Kemudian rasio pendanaan stabil bersih (NSFR) sebesar 164,71% di atas ketentuan minimum sebesar 100%. Juga membukukan rasio permodalan (CAR) 41,80% pada Maret 2026.

Baca Juga :   Berkomitmen Capai Emisi Nol Bersih, Ini Langkah-Langkah yang Telah Dilakukan Pemerintah

Bank Raya, kata Bagus, telah berinovasi dengan lebih dari 100 fitur di aplikasi Raya, dan tercatat lebih dari 1 juta nasabah mengakses aplikasi Raya. Berbagai inovasi yang dilakukan yakni Saku Bisnis, Uang Saku, Saku Bareng, dan kartu digital debit Visa.

Dalam waktu dekat, kata Bagus, Bank Raya akan menghadirkan fitur terbaru yang memudahkan nasabah mengelola keuangan, sambil menyalurkan hobi.

“Kami melihat peluang pertumbuhan digital tetap terbuka, namun kami melangkah dengan prinsip kehati-hatian, memastikan setiap ekspansi didukung oleh fundamental yang kuat dan manajemen risiko yang terjaga sebagai bank digital yang mengedepankan inovasi dan kolaborasi untuk tumbuh secara berkelanjutan” ujar Bagus.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics