APPBI Perkirakan Kenaikan Pengunjung Pusat Perbelanjaan Capai 20% di Masa Lebaran 2024

0
23
Reporter: Rommy Yudhistira

Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memperkirakan adanya peningkatan sekitar 15%-20% kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan selama periode libur dan cuti bersama Idulfitri 1445 Hijriah.

“Peningkatan kunjungan ke pusat perbelanjaan selama liburan Idulfitri dimulai pada hari kedua Lebaran hingga akhir pekan ini,” kata Ketua Umum (APPBI) Alphonzus Widjaja dalam keterangannya pada Minggu (14/4).

Alphonzus mengatakan, peningkatan kunjungan masyarakat diprediksi meningkatkan belanja produk/barang di pusat perbelanjaan. Dan diproyeksikan peningkatan pada semua kategori barang.

“Hampir semua kategori barang/produk mengalami peningkatan pada saat Ramadhan dan Idulfitri,” ujar Alphonzus.

Dari peningkatan belanja produk tersebut, kata Alphonzus, kategori makanan dan minuman menjadi primadona yang dipilih masyarakat selama periode libur Lebaran 2024. “Pada saat Idulfitri dan liburan Idulfitri, kategori makanan dan minuman serta hiburan mengalami peningkatan lebih tinggi dibandingkan kategori lainnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sarman Simanjorang mengatakan, perputaran uang selama Ramadhan dan Idulfitri diperkirakan mencapai Rp 157,3 triliun. Dengan asumsi jumlah per keluarga adalah 4 orang, maka akan ada sekitar 48,4 juta keluarga yang mudik. Dari angka tersebut, diasumsikan setiap keluarga membawa uang rata-rata Rp 3.250.000.

Baca Juga :   BUKA Gandeng Plasticpay Ajak Masyarakat Tumbuhkan Rasa Peduli Lingkungan

Dari prediksi perputaran uang tersebut, kata Sarman, pengeluaran masyarakat tersebar di beberapa sektor usaha, beberapa di antaranya sektor retail pakaian, makanan, dan minuman.

Sarman mengatakan, perputaran uang saat Lebaran juga memberikan efek pada sektor pariwisata, seperti hotel, motel, villa, restoran, cafe, mini market, warung/toko, destinasi wisata, UKM makanan khas daerah, dan aneka produk unggulan lainnya.

“Jumlah tersebut masih berpotensi naik karena kita mengalikan angka minimal atau moderat,” kata Sarman.

 

Leave a reply

Iconomics