ASDP Tingkatkan Intensitas Kesiapan Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem di Kupang-Rote
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melakukan intensitas kesiapan operasional penyeberangan di sejumlah daerah, khususnya di jalur Kupang-Rote yang menjadi salah satu lintasan dalam pantauan nasional. Jalur itu dinilai berpotensi mengalami cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi sejak November 2025 hingga Februari 2026.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, aspek keselamatan menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan operasional ASDP. Terlebih dalam menghadapi kondisi cuaca yang dinamis, dan sulit diprediksi.
“Dalam situasi cuaca ekstrem, ASDP mengedepankan prinsip kehati-hatian. Kesiapan kapal, fasilitas layanan, pemantauan informasi cuaca dari BMKG, serta koordinasi intensif dengan KSOP terus kami lakukan untuk memastikan setiap keputusan operasional mengutamakan keselamatan pengguna jasa,” kata Heru dalam keterangan resminya pada Rabu (31/12).
Sebagai langkah antisipatif, kata Heru, pihaknya menghentikan sementara operasional penyeberangan Kupang-Rote pada 29 Desember lalu. Keputusan itu diambil sebagai langkah mitigasi risiko untuk melindungi keselamatan penumpang dan awak kapal.
Penghentian itu, kata Heru, sesuai dengan surat KSOP Nomor PU-KSOP.Kpg 2 Tahun 2025 yang menginstruksikan seluruh operator kapal di wilayah Perairan Utara Kupang–Rote untuk menghentikan sementara kegiatan operasional. Imbauan itu berdasarkan data BMKG yang menunjukkan adanya angin kencang, dengan potensi gelombang mencapai 1,2 meter hingga 2,5 meter.
Sementara itu, General manager ASDP Cabang Kupang Wijaya Santosa menambahkan, operasional penyeberangan akan kembali berjalan setelah kondisi cuaca dinyatakan kondusif, dan telah mendapat persetujuan dari regulator. Sebagai upaya perlindungan bagi pengguna, ASDP pun memberlakukan kebijakan penjadwalan ulang, dan pengembalian dana melalui platform Ferizy.
“Selama masa penghentian, ASDP telah menyiapkan langkah antisipatif berupa penyediaan lahan parkir berkapasitas 510 unit kendaraan di Pelabuhan Bolok dan 210 unit kendaraan di Pelabuhan Rote, guna meminimalisasi potensi kepadatan di area pelabuhan,” kata Wijaya.