BNI Life Gelar Literasi Asuransi untuk UMKM di Surabaya

0
83

Memperingati Hari Asuransi Nasional 2025, PT BNI Life Insurance (BNI Life) bersama Dewan Asuransi Indonesia (DAI) menggelar kegiatan literasi asuransi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Surabaya pada Jumat, 10 Oktober 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelaku UMKM, mengenai pentingnya asuransi sebagai bentuk perlindungan usaha dan ketahanan finansial.

Hari Asuransi Nasional yang diperingati setiap 18 Oktober tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-19 dengan mengusung tema “Literasi Asuransi untuk Negeri” dan subtema “Pahami – Miliki – Lindungi.” Tema tersebut mencerminkan komitmen industri asuransi untuk meningkatkan literasi masyarakat, mulai dari pemahaman dasar tentang asuransi, dorongan untuk memiliki produk asuransi, hingga merasakan manfaat perlindungan yang diberikannya.

Plt. Direktur Utama BNI Life, Agung Turanto, menyampaikan bahwa BNI Life berperan aktif dalam mendukung program literasi ini dengan menghadirkan sesi edukasi mengenai pentingnya proteksi bagi UMKM, memperkenalkan solusi asuransi yang sesuai dengan kebutuhan mereka, serta memberikan panduan praktis tentang perencanaan keuangan berkelanjutan.

Baca Juga :   BNI Life Dukung Kegiatan Jakarta City Run untuk Peningkatan Kualitas Hidup dan Kesehatan Masyarakat

“Melalui kegiatan literasi ini, kami ingin mengedukasi para pelaku UMKM bahwa memiliki perlindungan asuransi bukan hanya tentang menghadapi risiko, tetapi juga menciptakan rasa aman dan stabilitas untuk terus berkembang. Kami percaya, semakin banyak masyarakat yang memahami manfaat asuransi, maka semakin kuat pula fondasi perekonomian nasional,” ujar Agung.

BNI Life juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya asuransi. Komitmen ini sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, yang menunjukkan peningkatan signifikan. Indeks literasi asuransi naik menjadi 45,45% dari sebelumnya 36,9%, sedangkan indeks inklusi meningkat menjadi 28,50% dari 12,12%.

“Peningkatan literasi dan inklusi ini menandakan semakin baiknya pemahaman masyarakat dalam berasuransi. Namun, hal ini perlu terus didorong agar masyarakat tidak hanya memahami, tetapi juga memiliki asuransi, didukung oleh digitalisasi untuk mempermudah akses dan pengalaman terhadap manfaat produk asuransi,” pungkas Agung.

Leave a reply

Iconomics