BP BUMN dan Danantara Pastikan Restrukturisasi Perusaahan Negara Terukur dan Tertata Baik
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria
BP BUMN dan Danantara Indonesia memastikan restrukturisasi badan usaha milik negara dilakukan secara terukur, dan tertata dengan baik. Dalam restrukturisasi, fondasi perusahaan pelat merah menjadi fokus utama sebelum merombak BUMN.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengatakan, dalam mewujudkan transformasi BUMN, pendataan dan konsolidasi terpadu menjadi hal terpenting untuk restrukturisasi. Itu sebabnya, BP BUMN dan Danantara terlebih dahulu memastikan jumlah perusahaan milik negara yang ada saat ini.
“Pada saat awal dihitung, angkanya berubah-ubah, mulai dari 888, kemudian 900, 972, 1.000, hingga 1.077. Akhirnya sekarang kami sudah punya angka yang benar. Artinya, jumlah perusahaan BUMN saja kita tidak tahu,” kata Dony dalam tayangan siniar pada Kamis (11/6).
Setelah memiliki data yang benar, kata Dony, agenda selanjutnya adalah dengan menata kembali BUMN secara menyeluruh, dan mendalam. Dan perbaikan tata kelola BUMN tidak hanya terfokus pada penyelesaian masalah keuangan.
Untuk membenahi BUMN, kata Dony, dibutuhkan strategi yang berjalan bersama, baik dari sisi finansial maupun bisnis. Misalnya, proses perbaikan pada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mulai menunjukkan perbaikan yang positif, dari merugi, kini membukukan sekitar Rp 5 triliun.
“Biasanya kita melakukan financial restructuring. Saya bilang saya tidak mau hanya financial restructuring, saya mau business restructuring. Kita ubah, kita pastikan bahwa bisnisnya benar dulu, baru kita kasih inject equity jika mereka memerlukan,” ujar Dony.