BNI Bangun 20% Hunian Danantara Tahap 1 di Aceh Tamiang
Ilustrasi Gedung BNI
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berpartisipasi dalam pembangunan hunian Danantara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang. Pada tahap pertama, dari total 600 unit Huntara yang dibangun di wilayah tersebut, BNI berkontribusi sekitar 20% atau sebanyak 120 unit hunian.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan percepatan pembangunan Huntara merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi dan membantu rakyat yang terdampak bencana. Presiden menekankan pentingnya sinergi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia agar penanganan pascabencana dapat berjalan cepat, efektif, dan terintegrasi.
Presiden juga menilai pembangunan Huntara yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat sebagai capaian yang patut diapresiasi. Menurutnya, kerja cepat tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memastikan masyarakat terdampak segera mendapatkan tempat tinggal yang layak.
Selain hunian, Presiden Prabowo menekankan pentingnya percepatan pemulihan layanan dasar bagi masyarakat terdampak, termasuk fungsi sekolah, puskesmas, dan rumah sakit agar dapat segera kembali beroperasi.
Sebelumnya, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani melaporkan pembangunan Hunian Danantara di Aceh Tamiang telah memasuki tahap akhir dan siap diserahterimakan kepada pemerintah daerah. Penyerahan tahap pertama sebanyak 600 unit Hunian Danantara dijadwalkan pada 8 Januari 2026.
Selain unit hunian, kawasan Hunian Danantara juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, antara lain taman bermain, jaringan WiFi, musala, fasilitas umum, serta kamar mandi dan sanitasi.
“Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang telah ditetapkan sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya. BUMN bergerak cepat di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” kata Rosan.
Rosan menambahkan dalam tiga bulan ke depan Danantara menargetkan penyelesaian total 15.000 unit Hunian Danantara yang tersebar di tiga provinsi, yakni sekitar 12.000 unit di Aceh, sekitar 2.000 unit di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, serta sekitar 500 unit di Sumatra Barat.
COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria menyoroti disiplin eksekusi dan intensitas kerja BUMN dalam mengejar target waktu yang ketat.
“Pembangunan Rumah Hunian Danantara dilakukan dalam rentang waktu yang sangat terbatas. BUMN bekerja dengan intensitas tinggi, mulai dari percepatan konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan mutu secara simultan agar target tercapai sebelum awal tahun,” kata Dony.
Direktur Information Technology BNI, Toto Prasetio mengatakan keterlibatan BNI dalam pembangunan Huntara merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam mendukung percepatan penanganan pascabencana agar masyarakat terdampak dapat segera memperoleh tempat tinggal yang layak, aman, dan humanis.
Pembangunan Hunian Danantara di Aceh Tamiang dilaksanakan melalui kolaborasi BUMN karya yang dikoordinasikan oleh PT Hutama Karya (Persero) sebagai koordinator pelaksana. Lokasi pembangunan berada di Jalan Banda Aceh–Medan, Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.