BPS: Inflasi Secara Bulanan Turun 0,37% Dibanding April 2025
Tangkapan layar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti/Iconomics
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya inflasi sebesar 1,60%, dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 108,07% pada Mei 2025. Apabila diukur secara bulanan, maka inflasi yang terjadi menurun sebesar 0,37% dari periode April 2025.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, inflasi provinsi secara tahunan (yoy) di Provinsi Papua Pegunungan sebesar 5,75% dengan IHK sebesar 115,26%. Sedangkan yang terendah terjadi di Provinsi Gorontalo dengan inflasi 0,28%, dan IHK sebesar 107,32%.
“Tingkat inflasi pada Mei 2025 ini lebih dalam dibandingkan dengan Mei 2024. Kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulan bulanan terbesar adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan deflasi sebesar 1,40%, dan memberikan andil deflasi sebesar 0,41%,” kata Amalia dalam keterangan resminya secara daring Senin (2/6).
Inflasi secara tahunan, kata Amalia, disebabkan adanya kenaikan harga yang ditunjukkan naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran seperti kelompok makanan, minuman, dan tembakau 1,03%. Kemudian, pakaian dan alas kaki 0,98%; perumahan, air listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,54%; perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,79%; kesehatan sebesar 1,79%, transportasi sebesar 0,18%; rekreasi, olahraga, dan budaya 1,24%; pendidikan 1,88%; penyedia makanan dan minuman/restoran 1,97%; perawatan pribadi dan jasa lainnya 9,24%.
Sementara itu, lanjut Amalia, kelompok pengeluaran yang indeksnya menurun ialah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,28%.
“Adapun komoditas yang dominan mendorong deflasi pada kelompok ini adalah cabai merah, cabai rawit, masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,12%. Komoditas lain yang memberikan andil adalah bawang merah 0,09%, ikan 0,05%, bawang putih 0,04%, daging ayam ras 0,01%,” ujar Amalia.