BukuWarung: UMKM harus Waspadai Penipuan dan Ancaman Cyber Crime
Vice President of Operations BukuWarung Romy Williams (kiri)/Dok. BukuWarung
Digitalisasi menyederhanakan banyak hal, termasuk membantu para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam kegiatan operasional mereka sehari-hari. Peningkatan digitalisasi di sektor jasa keuangan juga dibayang-bayangi penipuan online dan kejahatan siber yang menargetkan pelaku usaha yang berpotensi semakin meningkat.
Para penipu mengincar mulai data pribadi perbankan pelaku usaha untuk mengambil alih dan menguras uang dari akun rekening, atau bahkan sengaja memanfaatkan kelalaian pelaku usaha dalam bertransaksi digital.
BukuWarung menceritakan ada beberapa modus yang kerap digunakan. Antara lain iklan di media sosial/website ataupun pesan melalui telepon/WhatsApp (bukan melalui aplikasi) yang seolah-olah resmi dari perusahaan penyedia jasa keuangan. Penipu biasanya juga mengiming-imingi korban dengan penawaran menarik seperti “bebas biaya admin”, “menangkan hadiah/undian” atau bahkan pemberian “bukti pembayaran palsu” dari pembeli kepada penjual. Selain itu, seringkali penipu memburu-buru, mendesak bahkan memaksa korban agar segera mengklik tautan, mengisi dokumen ataupun memberikan OTP, username, password, PIN, dan data pribadi penting lainnya seperti Nama Ibu Kandung dan KCP Pembuatan Akun Bank.
BukuWarung mengajak seluruh pelaku UMKM untuk cermat dalam mengenali modus-modus kejahatan siber, agar tidak tertipu.
“Kami mengamati bahwa seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial dan layanan pembayaran digital oleh pelaku usaha di Indonesia, diikuti juga dengan meningkatnya potensi penipuan online melalui dua layanan tersebut. Kami meminta pelaku usaha untuk lebih berhati-hati terhadap modus-modus penipuan yang menargetkan mereka. BukuWarung berkomitmen untuk terus meningkatkan edukasi perlindungan konsumen kepada pengguna serta menciptakan platform yang aman melalui teknologi,” kata Vice President of Operations BukuWarung Romy Williams dalam keterangan resmi.
Adapun BukuWarung membagikan tips yang dapat dilakukan untuk menangkis penipuan tersebut antara lain pertama, jika menerima permintaan untuk melakukan pembayaran atau memberikan informasi keuangan, luangkan waktu sejenak untuk berhenti dan berpikir terlebih dahulu. Selalu jaga kerahasiaan dan keamanan data dengan tidak memberikan informasi data pribadi kepada siapa pun. BukuWarung tidak pernah meminta kode OTP, password, PIN akun bank, dan data pribadi apapun yang bersifat rahasia.
Kedua, periksa dulu penawaran atau pembayaran untuk memastikan palsu atau tidak. Verifikasi langsung semua penawaran ataupun pembayaran dengan perusahaan penyedia jasa keuangan melalui akun media sosial, website atau nomor telepon resmi yang dikenal terlebih dahulu. Berhati-hati atas akun-akun media sosial, website dan nomor telepon palsu yang melakukan pencatutan nama dan logo perusahaan resmi. Cek akun, website dan nomor telepon resmi BukuWarung. Ketiga, lakukan rekonsiliasi harian untuk memastikan penghasilan yang diterima.