Digunakan 500 Ribu Merchant, Pangsa Pasar Transaksi QRIS BCA Capai 12%

0
1516

Dengan BCAmobile, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi satu dari 66 Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) dengan menggunakan QR Code Indonesian Standard (QRIS) yang diluncurkan Bank Indonesia.

Santoso Liem, Transaction Banking Director BCA mengatakan hingga saat ini jumlah merchant yang menggunakan BCA QRIS sebanyak 500 ribu merchant. Kebanyakan dari merchant tersebut adalah merchant yang berhubungan dengan usaha Food and Beverage (F&B), grosir, health care dan juga tempat ibadah.

“Kita bersyukur, [meski] kita baru start, di pertengahan 2021 ternyata market  share dari transaksi QRIS  ini sudah mencapai 12%,” ujar Santoso dalam webinar ‘Implementasi Transaksi Pembayaran Digital QRIS bagi UMKM’ yang digelar The Iconomics, Jumat (24/9).

Santoso mengatakan pertumbuhan transaksi dengan QRIS ini luar biasa cepat. Dibandingkan akhir 2020 lalu, pertumbuhannya mencapai 100%.

Santoso tidak mengungkapkan detil nilai transaksi QRIS di BCA. Tetapi sebagai gambaran, berdasarkan data Bank Indonesia, pada semester pertama 2021 lalu, nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai Rp9 triliun, dengan pertumbuhan sekitar 214% Year on Year (YoY).

Baca Juga :   BCA Salurkan Kebutuhan Kesehatan untuk Korban Gempa di Sulbar

Santoso mengatakan sebagai negara kepulauan di mana penduduknya tersebar di berbagai pulau, salah satu tantangan implementasi digitalaisasi sistem pembayaran dengan menggunakan QRIS di Indonesia adalah ketersediaan infrastruktur telekomunikasi.

Selain itu, kunci suskes dari implementasi QRIS ini juga adalah edukasi yang terus-menerus kepada masyarakat atau nasabah agar mencoba menggunakannya. BCA sendiri, tambahnya, selalu menggunakan berbagai momentum untuk melakukan edukasi dan juga mempromosikan tentang QRIS sebagai salah satu cara untuk pembayaran.

“Kita aktif sekali lakukan edukasi supaya customer berani mencoba, ternyata transaksi dengan QRIS itu gampang, mudah, murah dan handal,” ujarnya.

Selain dari sisi pelanggan atau pemilik dana, BCA juga mengelola (manage) merchant atau toko. Untuk mengatasi kesulitan dalam melakukan pendaftaran sebagai merchant yang menyediakan sistem pembayaram QRIS, BCA jelas Santoso, mengembangkan satu aplikasi khusus untuk merchant yaitu merchant BCA apps. Melalui aplikasi ini, merchant bisa mendaftar sebagai merchant. Dengan begitu, proses pendaftaran yang sulit menjadi lebih mudah.

Untuk mendukung merhant UMKM, BCA juga melakukan program marketing bersama dalam program Bangga Lokal yang merupakan bagian dari Geakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

Baca Juga :   BCA Siapkan Anggaran Rp1 Juta per Karyawan untuk Vaksinasi Gotong Royong

BCA, ungkap Santoso, saat ini juga sedang mengembangkan satu super aplikasi (superapps) bernama myBCA yang akan mengintegrasikan layanan BCAmobile – dimana di dalamnya ada QRIS – dan layanan internet banking klikBCA.

Saat ini, layanan BCAmobile telah terkoneksi dengan 20 juta smpartphone dengan jumlah transaksi mencapai 25 juta transaksi per hari dan nilainya Rp10 triliun per hari. Santoso mengatakan jumlah pengguna aktif BCAmobile dalam sehari mencapai 8 juta pengguna. “Ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap BCAmobile makin dibutuhkan kehadirannya,” ujarnya.

 

Materi presentasi pembicara webinar Implementasi Pembayaran QRIS bagi UMKM:

Materi Presentasi QRIS UMKM-Iconomics-BCA

Materi Presentasi QRIS UMKM-Iconomics-Bank Indonesia

Materi Presentasi QRIS UMKM- Iconomics- BRI

Materi Presentasi QRIS UMKM-Iconomics- AKUMINDO

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics