Dorong Integrasi Ekosistem UMKM dengan Pemerintah LewatPaDi UMKM Hybrid Expo & Conference
Kementerian BUMN mendorong integrasi ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan program pemerintah. Upaya itu diwujudkan dengan penyelenggaraan PaDi UMKM Hybrid Expo & Conference 2025 pada 31 Juli-3 Agustus 2025 di Pakuwon Mall Surabaya, Jawa Timur.
Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma’ruf mengatakan, kegiatan itu menjadi wadah strategis dalam memperluas jaringan, dan mendukung UMKM yang digital, dan memiliki daya saing global. Bagi peserta di luar Surabaya bisa mengikuti PaDi UMKM Hybrid Expo & Conference secara daring di https://padiumkm.id/ tanggal 31 Juli 2025-31 Agustus 2025.
Sebagai penyelenggara, kata Aminuddin, Kementerian BUMN tidak hanya melatih dan mendampingi UMKM, tetapi juga memberikan akses pembiayaan yang bertujuan mendorong UMKM lebih maju.
“UMKM ke depan dapat masuk ke dalam pengadaan pemerintah dan rantai pasok BUMN, melakukan substitusi terhadap produk impor, bahkan menembus pasar global, yang pada akhirnya dapat berkontribusi lebih signifikan terhadap perekonomian Indonesia,” kata Aminuddin dalam keterangan resminya pada Senin (4/8).
Dengan berkolaborasi, kata Aminuddin, pemberdayaan UMKM bisa menjadi kekuatan utama dalam mendorong ekonomi yang tangguh, dan berdaya saing global. Dukungan itu, kata Aminuddin dibuktikan oleh Pertamina, Telkom Indonesia, dan Bank Mandiri, melalui penyelenggaraan PaDi UMKM Hybrid Expo & Conference 2025.
PaDi UMKM Hybrid Expo & Conference 2025, kata Aminuddin, diharapkan bisa menjadi ruang strategis dalam membangun kemitraan antara UMKM dengan BUMN, lembaga mitra, dan pelaku usaha.
Selain itu, Aminuddin menambahkan, para peserta pun berkesempatan untuk meningkatkan literasi, pengetahuan, keterampilan manajerial, dan wawasan kewirausahaan. PaDi UMKM, akan terus dikembangkan menjadi wadah untuk mengembangkan industri nasional, khususnya UMKM.
“PaDi UMKM mengembangkan beberapa fitur baru, yang dapat memberikan kemudahan pembiayaan bagi UMKM melalui invoice financing, mempermudah pengadaan melalui tender kilat, pelatihan UMKM serta mendukung transparansi dan efisiensi,” ujar Aminuddin.