Ekonomi Global dan Domestik Menantang, OJK Ungkap Sebagian Besar Bank Revisi ke Bawah Target Bisnis

0
61

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sebagian besar bank merevisi ke bawah target bisnis pada tahun ini dalam perubahan Rencana Bisnis Bank (RBB), merespons kondisi perekonomian global dan domestik yang menantang.

Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK mengatakan setiap tengah tahun, bank memang dimungkinkan untuk merevisi RBB jika terdapat deviasi yang signifikan antara target dan realisasi atau jika ada perubahan kondisi makro ekonomi yang berbeda dengan asumsi awal.

“Berdasarkan revisi laporan rencana bisnis bank (RBB) yang telah disampaikan, itu sebagian besar bank memang melakukan revisi sebagai penyesuaian terhadap kondisi perekonomian global dan domestik yang sangat challenging dewasa ini. Secara umum terdapat penyesuaian target menjadi lebih konservatif ke bawah target dalam RBB hasil revisi,” ujar Dian dalam konferensi pers bulanan OJK, Selasa (8/7).

Namun, Dian menambahkan, ada juga  bank yang meningkatkan target.

“OJK menilai bahwa sasaran yang ditetapkan sesuai dengan hasil revisi tersebut masih tetap bisa memberikan kontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara menyeluruh,” ujarnya.

Baca Juga :   OJK Sampaikan Upaya Peningkatan Tata Kelola Industri Jasa Keuangan di Forum Internasional

Dian menjelaskan, revisi RBB tergantung pada stabilitas ekonomi dan ekspektasi ke depan, seperti suku bunga acuan, permintaan kredit dan likuiditas maupun realisasi kinerja bank hingga Juni 2025. 

“Misalnya tingkat penyaluran kredit dan profitabilitas bank masih sesuai atau mendekati target sehingga revisi tidak dilakukan oleh bank,” ujarnya.

OJK, tambah Dian,  saat ini sedang melakukan asesmen komprehensif berbasis informasi mengenai realisasi kinerja industri perbankan semester I 2025 dibandingkan target RBB yang sudah ditetapkan.

Selain itu, OJK juga melakukan asesmen stabilitas sektor keuangan, proyeksi ekonomi makro, termasuk juga outlook pertumbuhan ekonomi, BI Rate dan inflasi, serta melihat kemampuan bank menjaga tingkat risiko likuiditas dan permodalan.

“Perkiraan kita bahwa sebagian besar bank itu masih dalam trajektori yang wajar dengan penyelesaian atas beberapa basis asumsi yang terkini,” ujarnya.

Leave a reply

Iconomics