Gubernur Bank Indonesia: Masih Ada Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan

0
393

Gubernur Bank Indoneisa, Perry Warjiyo menyatakan masih ada ruang untuk melakukan penurunan suku bunga acuan dari level terendahnya saat ini.

Dalam Rapat Dewan Gubernur terakhir pada 20-21 Januari lalu, Bank Indonesia memutuskan mepertahankan suku bunga acuan di level 3,75%. Perry mengatakan sepanjang 2020 lalu, Bank Indonesia secara agresif menurunkan suku bunga acuan sebanyak 5 kali sebesar 125 basis poin hingga berada di 3,75%, level terendah sejak 2013.

“Kalau ditanya, apakah kami masih punya ruang suku bunga untuk turun? Masih ada ruang Bapak Ketua. Tentu saja kami akan melihat nanti kemungkinan-kemungkinannya dengan tetap menjaga stabilitas khususnya stabilitas niliai tukar kita dan bagaimana lebih efektifnya mendorong pemulihan ekonomi,” ujar Perry saat Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Selasa (9/2).

Perry mengatakan, dalam sinergi dengan Pemierintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), seluruh instrumen bauran kebijakan Bank Indonesia pada tahun 2021 ini diprioritaskan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas.

“Dari sisi moneter, tidak hanya kami terus melakukan stabilitas nilai tukar, tetapi kami juga akan terus menempuh kebijakan suku bunga rendah dan likuiditas longgar,” ujarnya.

Baca Juga :   Bank Indonesia Kerek Proyeksi Pertumbuhan Kredit Tahun Ini Menjadi 9%-11%

Terkait likuditas longgar atau Quantitative Easing, sejak 2020 hingga awal Feburari 2021, Bank Indonesia telah melakukan injeksi likuiditas ke pasar finansial sebesar Rp740,7 triliun atau 4,8% dari PDB. Rinciannya, sepanjang 2020 sebesar Rp726,6 triliun dan di tahun 2021 sampai dengan 4 Februari sebesar Rp14,16 triliun.

“Inilah yang kemudian kelihatan di likuiditas di perbankan itu longgar. Alat likuid terhadap DPK sangat tinggi 31,67%, demikian juga suku bunga PUAB (Pasar Uang Antar Bank) itu rendah sekitar 3,04%,” ujarnya.

Hanya saja, Perry mengatakan pekerjaan rumah selanjutnya bersama KSSK dan Pemerintah adalah bagaimana mendorong suku bunga kredit bisa turun dan juga terutama mendorong permintaan untuk kredit sehingga bisa mendukung pembiayaan ke dunia usaha dan mendorong pemulihan ekonomi.

 

 

 

Leave a reply

Iconomics