Hanwha Life Insurance Indonesia Alihkan 46,6% Saham LPGI ke Hanwha General Insurance Co. Ltd.
Kantor pusat Hanwha Life/Dok. Hanwha Life
PT Hanwha Life Insurance Indonesia (HLII) telah mengalihkan sebagian saham PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) kepada Hanwha General Insurance Co. Ltd. (HGI) pada 29 Desember 2025. Dalam transaksi tersebut, sebanyak 1,398 miliar saham atau setara 46,6% saham LPGI beralih dengan nilai nominal mencapai Rp914,29 miliar.
Sebelum transaksi, berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan LPGI pada 11 Maret 2025, HGI tercatat memiliki 447 juta saham atau sekitar 14,9% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan. Setelah penyelesaian transaksi, kepemilikan HGI meningkat menjadi 1,845 miliar saham atau setara 61,5% dari modal ditempatkan dan disetor LPGI.
Manajemen LPGI dalam keterangan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Desember 2025 menjelaskan transaksi pengalihan saham tersebut dilakukan untuk memenuhi ketentuan Pasal 12 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 5 Tahun 2023 tentang Perubahan Kedua atas POJK Nomor 71/POJK.05/2016 mengenai Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi.
Perseroan menegaskan bahwa transaksi ini tidak menyebabkan perubahan pengendalian LPGI. Baik HLII maupun HGI merupakan entitas yang berada di bawah pengendalian akhir Hanwha Life Insurance Co. Ltd., sehingga transaksi tersebut tidak menimbulkan kewajiban tender wajib sebagaimana diatur dalam ketentuan Otoritas Jasa Keuangan terkait pengambilalihan perusahaan terbuka.
Menanggapi surat PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 19 Januari 2026, LPGI menyampaikan masih melakukan koordinasi dengan para pemegang saham untuk memberikan penjelasan lebih rinci mengenai latar belakang dan tujuan transaksi, termasuk dasar pertimbangan jumlah saham yang dialihkan serta sisa kepemilikan saham HLII. Perseroan juga mengajukan permohonan perpanjangan waktu kepada BEI untuk melengkapi jawaban atas sejumlah pertanyaan regulator.
Transformasi Digital di 2026
LPGI menatap tahun 2026 dengan fokus pada penguatan ketangguhan bisnis, peningkatan profitabilitas, serta percepatan transformasi digital di tengah dinamika industri asuransi yang terus berkembang.
Presiden Direktur LPGI Agus Benyamin menyampaikan bahwa arah bisnis Perseroan disusun dengan mempertimbangkan tuntutan pasar yang semakin kompetitif.
“Perseroan memasuki tahun 2026 dengan fokus pada penguatan ketangguhan bisnis, peningkatan profitabilitas, serta percepatan transformasi digital untuk menghadapi dinamika industri asuransi yang terus berkembang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, strategi tersebut dibangun dengan menekankan disiplin underwriting, efektivitas operasional, serta perbaikan kualitas portofolio secara menyeluruh. “Tema strategis tahun 2026, ‘Resilience – The Second Chapter: Improve, Develop, Explore’, mencerminkan kesinambungan upaya Perseroan dalam memperkuat fondasi bisnis,” kata Agus Benyamin.
Menurutnya, filosofi “Coil Spring” tetap menjadi pijakan utama Perseroan. Filosofi tersebut menggambarkan penguatan kapasitas internal melalui pembelajaran teknologi, manajemen, dan pengelolaan risiko yang disiplin guna mendorong Perseroan memasuki fase pertumbuhan berikutnya.
Perseroan menetapkan prioritas strategis dengan memfokuskan pengembangan pada engine utama bisnis. “Dengan mempertimbangkan tingkat kompetisi industri yang tinggi serta tekanan pada beberapa lini asuransi umum, Perseroan menetapkan prioritas strategis yang mencakup penguatan engine utama bisnis Health, Credit, dan Korea Desk, konsolidasi portofolio Property & Casualty, optimalisasi lima platform distribusi, serta percepatan transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, fokus rencana Perseroan pada 2026 diarahkan pada penguatan fundamental dan peningkatan profitabilitas.
Sementara, dalam periode tiga tahun ke depan, Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan yang selektif dan berkualitas, profitabilitas yang stabil melalui penguatan engine utama serta peningkatan nilai pemegang saham melalui efisiensi dan monitoring risiko.
Terkait transformasi digital, manajemen menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan akan dipercepat. “Transformasi digital dan penerapan Artificial Intelligence memasuki tahap akselerasi dalam horizon jangka menengah,” katanya.
Ia menambahkan, Perseroan akan memanfaatkan AI dalam layanan klaim, pengembangan digital dashboard untuk monitoring risiko, serta penguatan tata kelola data dan AI governance sesuai arahan Otoritas Jasa Keuangan.