Jadikan Lingkungan Fondasi Pembangunan Sosial dan Ekonomi di Masa Pandemi
Tangkapan layar YouTube, Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani/Iconomics
Berbicara Environmental,Social, dan Governance (ESG) bukanlah sesuatu yang sederhana. Pasalnya penerapan ESG ini membutuhkan kesadaran lebih banyak dari para pelaku usaha. Meski pandemi Covid-19 memberi dampak kuat terhadap sosial dan ekonomi, tetapi di masa ini pula Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) ESG banya dibicarakan.
“Jadi, pandemi ini semacam alarm kepada para pengusaha yang mulai memperhatikan (ESG),” kata Presiden Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) Shinta W. Kamdani dalam sebuah diskusi secara virtual, Selasa (27/7).
Shinta mengatakan, dampak Covid-19 terhadap ekonomis dan sosial cukup besar terutama untuk ketenagakerjaan, pengangguran dan lain sebagainya. Ketidakpastian pandemi di Indonesia dengan penambahan total kasus Covid-19 cukup tinggi dalam beberapa waktu ini walau sekarang mulai melandai, juga terbatasnya sumber daya keuangan dan kesehatan, ini jelas menghambat kemajuan pembangunan yang sudah diperjuangkan.
Covid-19, kata Shinta, juga mempengaruhi semua SDG’s jangka pandek dan jangka panjang. Di jangka pandek, misalnya, itu sangat tampak dengan adanya pembatasan atau PPKM terjadi disrupsi ekonomi sehingga membuat demand shock yang berkelajutan sehingga mempengaruhi kapabilitas industri, kesehatan dan juga ketersediaan pangan yang berkelanjutan.
Di samping itu, kata Shinta, dampaknya pembatasan dan PPKM itu juga menutup bisnis cukup banyak yang menyebabkan pengangguran sehingga mempengaruhi tingkat kemiskinan, menimbulkan ketimpangan dan lain sebagainya. Selain itu, dampak jangka panjang akibat terbatasnya sumber daya dan keuangan secara terus menerus akan memperlambat investasi di sektor-sektor seperti infrastruktur, inovasi, juga di sisi lain yang fokus pada pemulihan kesehatan menyebabkan penundaan fokus pembangunan pada lingkungan.
“Padahal pembangunan di lingkungan seharusnya menjadi episenttrum poin dari pembangunan sosial dan ekonomi,”ujar Shinta yang juga menjabat CEO Sintesa Group itu.
Berbicara pembangunan berkelanjutan, kata Shinta, ada keterkaitan erat antara aspek sosial, ekonomi dan lingkungan. Satu hal yang terpenting adalah tanpa satu di antaranya, maka pembangunan berkelanjutan itu tidak akan tercapai. Itu yang mesti diingat.
“Kita lebih banyak pada pemulihan ekonomi dan sosial, sedangkan aspek lingkungan sebenarnya menjadi fondasi utama untuk pembangunan sosial dan ekonomi. Tanpa ada lingkungan yang sehat, ketahanan yang sudah kita rasakan saat ini akan mempengarui kualitas kesehatan, pendidikan yang layak, ketimpangan dan banyak hal lainnya,”kata Shinta.