Jangan Khawatir, untuk Purna Jual Motor GESITS Jalin Kemitraan dengan Mr Montir
Foto: Websiste Mr Montir
Sebagai pemain baru di industri otomotif, PT Wika Industri Manufaktur tidak bisa hanya menciptakan motor listrik. Setelah produknya sudah ada, tugas berikutya yang tak kalah penting untuk pengembangan industri ini adalah menciptakan sebuah eskosisistem motor listrik, terutama terkait aspek purna jual atau after sales service.
Seperti ditulis sebelumnya, tahun ini PT Wika Industri Manufaktur mulai memasarkan secara komersil motor listrik GESITS. Ditargetkan jumlah yang terjual mencapai 60.000 unit. Pertanyaanya, kemana konsumen melakukan service bila motornya rusak?
Trihari Agus Riyanto, Direktur Keuangan PT Wika Industri Manufaktur mengakui sebagai produk baru, memang ada kekhawatiran soal layanan purnal jual. Misalnya, kalau rusak bengkel mana yang bisa memperbaikinya.
Untuk itu, pria yang disapa Tri ini mengatakan Wika Industri Manufaktur akan menjalin kerja sama dengan Mr Montir, sebuha perusahaan bengkel yang memiliki jaringan di hampir semua provinsi di Indonesia.
“Jadi memang itu yang banyak juga dipertanyakan, after sales service. Kami sudah menggandeng Mr Montir, franchise khusus untuk service kendaraan bermotor. Kita sudah mau kerja sama, dipersiapakan mau MoU, PKS [Perjanjian Kerja Sama]-nya,” ujar Tri kepada Iconomics, belum lama ini.
Mr Montir, katanya, saat ini memiliki sekitar 80-an bengkel di seluruh Indonesia. Tahun 2020 ini, demikian Tri, Mr Montir rencananya akan menambah 180 bengkel lagi.
Tri mengatakan, Wika Industri Manufaktur meminta ke pihak Mr Montir untuk fokus menambah bengkel di tiga wilayah yaitu Jabodetabek, Jawa Timur dan Bali. Karena tahun ini, fokus pemasaran GESITS di tiga wilayah tersebut. “Kami minta di tiga lokasi dulu, kalau di Jakarta dia sudah ada 33 bengkel,” ujar Tri.
Karena selama ini Mr Montir adalah bengkel untuk motor bahan bakar, Tri mengatakan pihaknya sudah memberikan pelatihan terkait motor listrik kepada montir Mr Montir. “Kami kasih wawasan terkait motor listrik. Kita sudah memberikan edukasi kepada montir-montirnya. Sehingga nanti motor listrik bisa juga di-service di situ,” ujarnya.
Menurut Tri, service motor listrik ini relatif lebih mudah dibandingkan motor bahan bakar. Karena motor listrik tidak memiliki mesin, seperti pada motor biasa. Padahal, kebanyakan kerusakan pada motor selama adalah pada mesinnya, seperti karburator. Motor listrik, jelasnya hanya memiliki motor sebagai penggerak dan batrei sebagai bahan bakar. Sedangkan bagian yang lainnya seperti kampas rem, ban dan rantai sama dengan yang ada pada motor biasa.
“Dia [Mr Montir] bilang komponennya itu banyak yang sama dengan motor bakar. Yang beda hanya batrei dan motornya tok. Selebihnya sama,” ujarnya.
Kerja sama dengan Mr Montir ini, rencananya akan dimulai dalam waktu dekat ini. Bila sudah berjalan, service dan spareparts akan disedikan oleh Mr Montir. Untuk batrei akan dipasok oleh anak usaha Wijaya Karya yang lainnya yaitu Wika Energi. Sedangkan motornya sendiri dibuat oleh PT Pindad.
Bila sudah berjalan, bengkel Mr Montir ini juga bisa menjadi tempat untuk distribusi motor GESITS. “Saya akan menggabungkan distributor nanti dengan gerai bengkel itu,” ujarnya.