Jasa Marga Cetak Pendapatan Usaha Rp 15,6 Triliun hingga Kuartal III/2026
PT Jasa Marga (Persero) Tbk membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 15,6 triliun hingga Kuartal III/2026. Jumlahnya meningkat 7,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, pendapatan tersebut ditopang dari pendapatan tol sebesar Rp 14,3 triliun, dan pendapatan usaha lain sebesar Rp 1,3 triliun. Adapun 3 lini bisnis yang berkontribusi terhadap pendapatan usaha yakni pengoperasian jalan tol, preservasi jalan tol, dan bisnis prospektif.
“Kinerja keuangan yang sehat menjadi fondasi bagi Jasa Marga untuk menjalankan strategi bisnis secara berkelanjutan. Kami memastikan pengelolaan operasional berjalan optimal, sekaligus menjaga kapasitas investasi untuk mengembangkan jaringan jalan tol, meningkatkan standar layanan melalui pemanfaatan teknologi,” kata Rivan dalam keterangan resminya beberapa waktu yang lalu.
Selain itu, lanjut Rivan, pihaknya membukukan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp 10,5 triliun, dan margin EBITDA sebesar 67,0%. Kemudian, laba bersih yang diatribusikan kepada induk sebesar Rp 2,7 triliun.
Dari perspektif operasional, kata Rivan, Jasa Marga mencetak transaksi kendaraan di jalan tol lebih dari 981 juta kendaraan hingga Kuartal III/2026. Kemudian, lalu lintas harian rata-rata sekitar 3,6 juta kendaraan per hari.
“Dengan demikian, pertumbuhan perseroan dapat berjalan selaras dengan penciptaan nilai bagi pengguna jalan, dan seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.
Memasuki agenda akhir tahun, kata Rivan, Jasa Marga memastikan seluruh kesiapan operasional, dan pemenuhan standar minimal dapat terpenuhi dengan baik. Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2027.
Adapun beberapa upaya yang dilakukan yakni pemeliharaan infrastruktur, pemantauan kondisi lalu lintas, kesiapan petugas, dan melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan.
“Jasa Marga berkomitmen memastikan pengelolaan operasional berjalan optimal dengan terus berinovasi, menjaga kualitas layanan, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menghadirkan nilai tambah nyata yang dapat dirasakan oleh investor, mitra bisnis, dan jutaan pelanggan di setiap kilometer perjalanan yang kami layani,” ujarnya.