Kebijakan Tarif Impor AS ke Tiongkok Dinilai Berdampak ke Pasar tapi Untungkan Produk Indonesia

0
105
Reporter: Rommy Yudhistira

Pemberlakuan tarif impor hingga 100% yang diterapkan Amerika Serikat (AS) terhadap produk asal Tiongkok, tidak mempengaruhi kinerja perekonomian Indonesia. Dampaknya dinilai akan terjadi dari sisi indeks harga saham gabungan (IHSG).

Dampak itu, kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, di antaranya sentimen negatif dari sisi pasar. Meski begitu, kenaikan tarif impor AS ke Tiongkok dinilai akan membuka peluang yang besar bagi produk Indonesia.

“Tapi kalau kita lihat, Tiongkok dikenakan tarif 100%, barang dari indonesia jadi bersaing di AS. Untuk kita untung. Biarkan saja mereka berantem (AS dan Tiongkok), kita untung,” kata Purbaya di Posko Bea Cukai di Tanjung Priok, Jakarta, Senin (13/10).

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump berencana mengenakan tarif baru 100% untuk produk Tiongkok mulai 1 November 2025. Pada tanggal yang sama, Trump pun akan memberlakukan kontrol ekspor pada seluruh perangkat lunak (software) penting buatan AS.

Langkah AS itu karena menilai Tiongkok telah memberlakukan kebijakan yang merugikan, seperti pengetatan ekspor logam tanah jarang atau material penting dalam pembuatan chip komputer.

Baca Juga :   Kepala BKF: Krisis Energi dan Pengetatan Moneter di Negara Maju Bisa Pengaruhi Aliran Modal

“AS merika akan mengenakan tarif sebesar 100% terhadap Tiongkok, di atas tarif apapun yang saat ini mereka bayarkan. Juga pada 1 November, kami akan memberlakukan kontrol ekspor pada semua perangkat lunak penting,” tulis Trump di media sosial pada pekan lalu.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics