Kejagung Sita Aset Johnny Plate Terkait Kasus Korupsi BTS 4G di Kominfo

0
249

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita aset mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate berupa 3 bidang tanah seluas 11,7 hektare di Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Penyitaan itu dilakukan karena Johnny menjadi tersangka dalam dugaan korupsi proyek penyediaan infrastruktur BTS 4G paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kominfo.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan, penyitaan dilaksanakan berdasarkan penetapan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Labuan Bajo 98/Pen.Pid.B-SITA/2023/Pn Lbj tanggal 07 Juni 2023 dan Surat Perintah Penyidikan Nomor: 98/F.2/Fd.2/06/2023 tanggal 07 Juni 2023.

“Adapun kegiatan penyitaan terkait dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam penyediaan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kominfo tahun 2020 hingga 2022,” kata Ketut dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.

Ketut mengatakan, tim penyidik Kejagung masih terus melakukan serangkaian tindakan penelusuran aset  7 tersangka dalam kasus itu. Juga sedang menelusuri aliran dana dugaan tindak korupsi kasus tersebut.

“Tentu kami tidak sampaikan secara gamblang di sini. Tetapi dengan upaya kami melakukan sesuatu penyitaan aset-aset para tersangka, itu adalah merupakan bagian dari penelusuran aliran dana,” tutur Ketut.

Sebelumnya, tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) menetapkan Johnny G. Plate sebagai tersangka dugaan korupsi pembangunan menara BTS 4G dan infrastruktur pendukung BAKTI Kominfo. Penetapan tersangka ini dilakukan pada 17 Mei 2023.

“Kita lakukan pemeriksaan terhadap 7 orang pada hari ini dan salah satunya dinaikkan statusnya sebagai tersangka. Juga langsung ditahan, sedangkan 6 masih diperiksa,” tutur Ketut.

Leave a reply

Iconomics