Kelola Penghasilan dari YouTube agar Tujuan Finansial Tercapai!

0
706

1Menghitung biaya operasional

Menjadi Youtuber tentu membutuhkan modal awal. Tidak harus komputer mahal dengan aplikasi editing premium, kamu bisa memulai dari smartphone dan menghitung biaya paket data yang dikeluarkan untuk keperluan unggah konten.

Jangan sampai kamu salah menghitungnya. Sebab, dalam banyak kejadian, orang-orang melupakan biaya operasional, termasuk investasi peralatan membuat konten, dalam keuangan mereka.

Tiap kali memproduksi video, sebaiknya kamu membuat daftar barang yang dibeli dan dihitung sebagai utang. Setelah videomu bisa dimonetasi, barulah kamu membayar utang tersebut.

 

2Memisahkan keuangan dengan jelas

Bisa jadi kamu memiliki pekerjaan lain selain menjadi kreator digital. Dengan begitu kamu perlu memiliki setidaknya 3 sampai 4 rekening tabungan. Untuk apa sebanyak itu?

Pertama, rekening untuk kebutuhan sehari-hari. Kamu memasukkan sejumlah uang ke pos ini tiap bulan untuk membeli kebutuhan harian.

Kedua, rekening dana darurat. Dengan keberadaannya yang penting, dana darurat perlu disimpan dalam rekening tersendiri untuk menghindari penggunaan yang tidak perlu. Rekening ini juga disarankan tidak perlu dibuatkan ATM agar dimanfaatkan untuk saat-saat mendesak saja. kalaupun tetap ingin dibuatkan, sebaiknya tidak dimasukkan di dompet. Cukup simpan di rumah pada tempat yang aman.

Baca Juga :   Tidak Patuh, Menkomdigi Kasih Sanksi Google

Ketiga, rekening untuk gaji yang tidak berasal dari YouTube. Keempat, rekening untuk penghasilan dari YouTube. Kelima dan seterusnya, rekening lain yang kamu rasa penting untuk menyimpan uang di tempat berbeda.

 

3Membuat catatan dan rencana keuangan

Mengapa dalam setiap tips mengelola keuangan pencatatan selalu dibahas? Sebab, kapasitas otak manusia terbatas. Data yang kamu miliki tidak mudah hilang jika disimpan dalam bentuk tulisan.

Pencatatan keuangan dimaksudkan agar kamu mengikuti komitmen yang telah dibuat dan konsisten menjalaninya agar tujuan keuangan tercapai. Dalam catatan keuangan, kamu bisa menuliskan sumber pendapatan, biaya harian, hingga jumlah investasi untuk kebutuhan jangka panjang.

Dengan penghasilan yang fluktuatif, sebaiknya kamu tidak menargetkan investasi atau tabungan dengan persen. Gunakan nominal tertentu agar memudahkanmu menghitungnya. Misal, kamu memiliki target untuk berinvestasi sebanyak Rp7 juta per bulan.

Namun, alih-alih mencatat dengan media konvensional, kamu bisa memanfaatkan aplikasi pencatatan keuangan yang banyak beredar, seperti Finansialku. Finansialku  merupakan aplikasi pencatatan, perencana, dan konsultasi finansial yang bisa diunduh gratis di Google Play Store ataupun Apple Apps Store.

 

Baca Juga :   Kartu Kredit: Mempermudah atau Mempersulit Hidup?

4Hal-hal yang harus kamu perhatikan

Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan untuk mengatur keuangan dari pendapatan yang fluktuatif. Simak selengkapnya dalam daftar berikut:

  1. Membuat rencana biaya bulanan. Kamu tidak bisa melewatkan poin ini karena pencatatan akan membantumu mengingat banyak hal. Sebagai Youtuber, itu berarti ada dua hal yang harus kamu catat, yakni kebutuhan harian, serta kebutuhan konten. Kebutuhan harian sudah jelas, meliputi makanan, pakaian, sampai investasi. sementara kebutuhan konten merupakan rincian properti yang akan kamu beli untuk mendukung konten.
  2. Miliki dana darurat yang lebih besar. Sebagai freelancer, Youtuber harus memiliki dana darurat yang cukup besar. Hal tersebut lantaran ketidakpastian penghasilan yang dihadapi youtuber jauh lebih besar dibanding karyawan kantor. Jika mereka mendapat penghasilan tetap antara Rp6–10 juta per bulan, keuangan Youtuber tidak bekerja demikian. Ada kalanya mereka menuai sangat banyak pendapatan, ada kalanya performa video turun sehingga berimplikasi pada gaji.
  3. Investasi merupakan aspek penting untuk semua orang, termasuk YouTuber. Mereka perlu investasi untuk menjamin masa depan yang baik.Meski tidak langsung berhasil, investasi memberi benefitberupa kemampuan untuk memperkuat keuangan dengan cepat dibanding mengendapkan dana di dalam tabungan. Saat ini investasi bisa dilakukan dengan mudah dengan risiko rugi yang tidak terlalu tinggi, seperti peer to peer lending atau reksadana. Bahkan, dengan Rp10.000 kamu bisa menjadi investor pemula.
Baca Juga :   Perdana, BMW Group Indonesia Luncurkan Produk Baru Secara Virtual

 

Artikel ini merupakan kerjasama antara The Iconomics dengan Finansialku. Keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Finansialku

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Halaman Berikutnya
1 2

Leave a reply

Iconomics