Kemendag Fasilitasi 1.217 Pelaku UMKM Sepanjamg 2025, dan Cetak Transaksi US$ 134,8 Juta dari Program Ini

0
37
Reporter: Rommy Yudhistira

Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah memfasilitasi 1.217 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai sektor usaha sepanjang 2025. Selama periode itu, Kemendag mencatat total transaksi senilai US$ 134,8 juta dari program UMKM Berani, Inovasi, Siap, Adaptasi, Ekspor (Bisa Ekspor).

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, total transaksi itu terdiri atas purchase order sebesar US$ 57,45 juta, dan potensi transaksi US$ 77,42 juta. Sepanjang 2025, ada 622 kegiatan business matching yang terdiri atas 399 sesi pitching ke perwakilan perdagangan RI di luar negeri, dan 223 pertemuan dengan pembeli mancanegara.

Mayoritas pertemuan, kata Budi, dilakukan secara daring melalui aplikasi konferensi. Pitching dan business matching paling banyak melibatkan mitra dari Uni Emirat Arab, Hungaria, Hong Kong, Malaysia, dan Korea Selatan.

Produk makanan dan minuman, lanjut Budi, mendominasi pitching dan business matching dengan persentase 29,9%. Kemudian, perkebunan 14,9%, furnitur dan dekorasi rumah 10,9%, tekstil dan produk tekstil 10,9%, serta produk perikanan 5,6%.

Selain itu, kata Budi, Kemendag pun menyelenggarakan 2 sesi business matching dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2025. Kegiatan itu melibatkan perwakilan perdagangan RI di Hungaria, dan Inggris yang menampilkan produk makanan ringan, busana, dan batik.

Baca Juga :   Ini Tantangan Digitalisasi UMKM Versi Kementerian Koperasi dan UKM

Business matching tematik mendorong partisipasi UMKM penyandang disabilitas dan perempuan pelaku usaha agar produk unggulannya dapat dikenal, dan diterima di pasar internasional. Upaya ini adalah komitmen memastikan seluruh pelaku UMKM memiliki kesempatan yang setara untuk mengakses pasar global,” kata Budi dalam keterangan resminya pada Jumat (6/2).

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajrini Puntodewi menambahkan, UMKM Bisa Ekspor akan terus diperkuat dengan melibatkan kedutaan besar RI, dan konsulat jenderal di berbagai negara tujuan ekspor.

Langkah itu, lanjut, Puntodewi, ditempuh untuk meningkatkan fasilitasi business matching, sekaligus pendampingan UMKM yang lebih intensif dan berkelanjutan. Kemendag pun telah menyusun rekomendasi 178 pameran internasional yang bisa dimanfaatkan pembina UMKM sebagai referensi dalam mendorong produk binaannya ke pasar ekspor untuk 2026.

“Kemendag berkomitmen mengantarkan produk Indonesia ke pasar internasional, Kami akan menindaklanjuti berbagai masukan konstruktif untuk memastikan program ini berjalan semakin efektif, dan berdampak nyata bagi peningkatan ekspor nasional,” kata Puntodewi.

Leave a reply

Iconomics