Kemendag Usulkan Penambahan Anggaran 2026, Jadi Totalnya Rp 1,9 T

0
44
Reporter: Rommy Yudhistira

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengusulkan penambahan anggaran senilai Rp 586,6 miliar pada pagu anggaran tahun 2026. Untuk saat ini, Kemendag mendapatkan pagu anggaran senilai Rp 1,4 triliun pada 2026.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, dengan adanya usulan penambahan anggaran itu, maka total pagu anggaran Kemendag bisa mencapai Rp 1,9 triliun. Jumlah itu akan dialokasikan untuk belanja operasional senilai Rp 1,3 triliun, dan non-operasional Rp 642,6 miliar.

“Dengan proporsi belanja operasional Rp 153,9 miliar (26,24%), dan tambahan alokasi belanja non-operasional sebanyak Rp 432,7 miliar atau sebesar 73,76%,” kata Budi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/9).

Budi mengatakan, sesuai dengan pagu anggaran yang sudah disepakati sebelumnya, Rp 1,1 triliun akan digunakan untuk belanja operasional. Sedangkan Rp 209,8 miliar akan disalurkan untuk belanja non-operasional. Sedangkan sumber dananya, Rp 1,3 triliun berasal dari rupiah murni, dan Rp 44,5 miliar berasal dari pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

Pagu anggaran 2026 sebelum usulan penambahan, kata Budi, akan digunakan untuk dukungan manajemen sebesar Rp 1,2 triliun. Kemudian, Rp 34,4 miliar untuk perdagangan dalam negeri, dan Rp 88,8 miliar untuk perdagangan luar negeri.

Baca Juga :   Anggota Komisi VI Ini Mendesak Pemerintah Tambah Anggaran Pupuk Subsidi untuk Petani, Ini Alasannya

Sedangkan untuk rencana kerja Kemendag di 2026, kata Budi, memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa, melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

Kemudian, Budi menambahkan, melanjutkan hilirisasi, dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam, untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Beberapa kebijakan yang akan dilakukan yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan peningkatan ekspor UMKM.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics