Laba Bersih Astra Turun 3% pada 2025, Terdampak Harga Batu Bara dan Pelemahan Pasar Mobil

0
55

PT Astra International Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp32,77 triliun pada tahun 2025, turun 3% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan kinerja ini terutama disebabkan oleh melemahnya harga batu bara serta perlambatan pasar mobil baru nasional.

Pendapatan bersih konsolidasian Astra sepanjang 2025 tercatat Rp323,4 triliun, turun 2% dibandingkan 2024. Laba bersih per saham juga mengalami penurunan sebesar 3% menjadi Rp810 per saham.

Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menyatakan bahwa meskipun menghadapi tekanan di sejumlah lini usaha, kinerja Grup tetap terjaga berkat kontribusi positif dari bisnis-bisnis lainnya.

“Pada tahun 2025, laba Grup mengalami penurunan terutama disebabkan harga batu bara yang lebih rendah dan lemahnya pasar mobil baru. Namun, kinerja bisnis Grup tetap resilien didukung oleh kontribusi yang baik dari bisnis-bisnis lainnya,” ujar Djony dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (27/2).

Secara sektoral, divisi Otomotif & Mobilitas membukukan laba bersih stabil sebesar Rp11,4 triliun, ditopang oleh kinerja sepeda motor dan komponen otomotif, meski penjualan mobil nasional turun 7% menjadi 804 ribu unit. Pangsa pasar mobil Astra tetap kuat di level 51%, sementara pangsa pasar sepeda motor Astra Honda Motor bertahan di 78%.

Baca Juga :   United Tractors Mencatat Pendapatan Naik 5%, tapi Laba Bersih Turun 8% di Tahun 2024

Divisi Jasa Keuangan mencatatkan pertumbuhan laba bersih 9% menjadi Rp9,0 triliun, seiring meningkatnya pembiayaan konsumen dan kinerja positif bisnis asuransi.

Sebaliknya, divisi Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi, dan Energi mengalami penurunan laba bersih 24% menjadi Rp9,1 triliun, terutama akibat turunnya harga batu bara dan kinerja jasa penambangan. Penurunan ini sebagian diimbangi oleh kenaikan harga emas yang mendorong kinerja bisnis pertambangan emas.

Sementara itu, sejumlah divisi lainnya mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan laba yang solid. Laba bersih divisi Agribisnis Grup pada tahun 2025 tercatat meningkat 28% menjadi Rp1,2 triliun. Peningkatan kinerja ini terutama didukung oleh kenaikan harga minyak kelapa sawit (CPO) sebesar 11% menjadi Rp14.316 per kilogram, serta pertumbuhan volume penjualan CPO dan produk turunannya yang naik 13% menjadi 1,8 juta ton.

Divisi Infrastruktur Grup membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 24% menjadi Rp1,3 triliun pada tahun 2025. Peningkatan kinerja ini didorong oleh kenaikan tarif jalan tol serta meningkatnya volume lalu lintas pada ruas-ruas tol yang dikelola.

Baca Juga :   Desa Sejahtera Astra Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Gugus Desa Pertanian & Perikanan

Di sisi lain, divisi teknologi informasi mencatatkan kenaikan laba bersih 33% menjadi Rp208 miliar, ditopang oleh peningkatan pendapatan dan perbaikan marjin usaha. Kinerja paling signifikan dicatatkan oleh divisi properti, yang membukukan lonjakan laba bersih hingga 224% menjadi Rp719 miliar, terutama berasal dari aset-aset gudang industri yang baru diakuisisi serta pengakuan goodwill negatif dari akuisisi PT Mega Manunggal Property Tbk.

Dividen dan Aksi Korporasi

Astra mengusulkan dividen final sebesar Rp292 per saham, sehingga total dividen tahun buku 2025 mencapai Rp390 per saham, dengan rasio pembayaran dividen sebesar 48%.

Perseroan juga telah menyelesaikan dua tahap program pembelian kembali saham (share buyback) dengan total nilai sekitar Rp2,7 triliun hingga Februari 2026. Selain itu, Astra terus memperkuat portofolio bisnis melalui sejumlah aksi korporasi strategis, termasuk akuisisi di sektor properti industri, kesehatan, serta pertambangan emas.

Manajemen Astra memperkirakan sentimen konsumen akan membaik ke depan, meskipun tantangan operasional masih berlanjut di beberapa sektor.

“Astra akan tetap berfokus pada keunggulan operasional dan alokasi modal yang disiplin, dengan memanfaatkan posisi neraca yang kuat untuk mendukung penciptaan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan,” kata Djony.

Baca Juga :   Astra Menggelar Astranauts untuk Mendukung Inovasi Digital Startup dan Mahasiswa

Hasil tinjauan strategis komprehensif atas portofolio bisnis Astra dijadwalkan akan diumumkan pada penghujung semester pertama tahun 2026.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics