Livin’ by Mandiri Catat Pertumbuhan Berkelanjutan hingga Mei 2026 

Hingga Mei 2026, jumlah pengguna Livin’ by Mandiri tercatat mencapai 40,3 juta pengguna, atau tumbuh 28 persen secara YoY. 
0
4

Sebagai mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri terus berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan layanan keuangan digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan fitur dan kapabilitas Livin’ by Mandiri yang menghadirkan pengalaman transaksi yang seamless, praktis, dan terintegrasi untuk mendukung berbagai kebutuhan finansial nasabah sehari-hari.

Upaya ini sejalan dengan tetap kuatnya aktivitas konsumsi masyarakat Indonesia hingga kuartal I 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada tiga bulan pertama tahun ini. Pertumbuhan tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tetap terjaga sekaligus menunjukkan aktivitas ekonomi domestik yang terus bergerak positif.

SVP Digital Retail Banking Bank Mandiri Yanto Masyap mengatakan, kehadiran layanan digital yang andal dan efisien memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat di tengah tingginya mobilitas dan kebutuhan transaksi yang semakin dinamis. 

“Bank Mandiri terus memperkuat Livin’ by Mandiri sebagai bagian dari strategi menghadirkan keunggulan berkelanjutan melalui layanan digital yang adaptif, relevan, dan terintegrasi. Kami ingin memastikan setiap inovasi yang dihadirkan mampu memberikan kemudahan transaksi sekaligus memperkuat peran perseroan dalam membangun ekosistem penggerak negeri yang inklusif dan berdaya saing,” ujar Yanto dalam keterangan resminya, Senin (15/6). 

Baca Juga :   Dorong Ekonomi Nasional, Bank Mandiri Catat Penyaluran Kredit Rp 1.590 triliun pada Kuartal III 2024

Kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan yang andal dan menyeluruh terefleksi dari jumlah pengguna Livin’ by Mandiri yang terus tumbuh berkelanjutan. Hingga Mei 2026, jumlah pengguna Livin’ by Mandiri tercatat mencapai 40,3 juta pengguna, atau tumbuh 28 persen secara YoY. 

Pada saat yang sama, frekuensi transaksi Livin’ by Mandiri meningkat 19 persen secara YoY menjadi 2,2 miliar transaksi, dengan nilai transaksi mencapai Rp2.083 triliun atau tumbuh 19,6 persen secara YoY. Capaian tersebut mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital Bank Mandiri. 

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, Bank Mandiri terus memperkuat kapabilitas Livin’ by Mandiri sebagai super app yang mampu mengakomodasi beragam kebutuhan transaksi nasabah dalam satu platform terintegrasi. Layanan tersebut mencakup transfer antarbank dan BI-FAST, pembayaran tagihan rutin se, top up e-wallet, transaksi QRIS di berbagai merchant, hingga pembelian tiket perjalanan serta kebutuhan lifestyle melalui fitur Livin’ Sukha. Kehadiran fitur yang saling terhubung ini semakin memperkuat posisi Livin’ by Mandiri sebagai pusat aktivitas transaksi digital nasabah dalam satu ekosistem layanan yang terintegrasi. 

Baca Juga :   Bank Indonesia Pangkas Pertumbuhan Ekonomi, Bank Mandiri Tetap Optimis Kredit Tumbuh Tinggi

Selain itu, untuk semakin meningkatkan kenyamanan nasabah dalam mengakses layanan perbankan, Bank Mandiri juga menghadirkan fitur Livin’ Call di aplikasi Livin’ by Mandiri. Melalui fitur ini, nasabah dapat terhubung langsung dengan agen call center Bank Mandiri tanpa dikenakan biaya pulsa, sehingga kebutuhan informasi maupun bantuan layanan dapat diakses secara lebih cepat dan praktis.

Berbagai inisiatif tersebut merupakan bagian dari strategi keunggulan berkelanjutan Bank Mandiri yang mengedepankan reliability, scalability, dan customer centricity dalam pengembangan layanan digital. Dengan pendekatan yang terukur serta pengelolaan risiko yang disiplin, Bank Mandiri optimistis mampu menjaga performa layanan di tengah tingginya aktivitas transaksi masyarakat. 

“Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi layanan serta kolaborasi strategis guna memperluas akses keuangan yang inklusif sekaligus mendukung pengembangan ekosistem digital nasional secara berkelanjutan,” pungkas Yanto.

Leave a reply

Iconomics