Longsor di Tambang Grasberg, 7 Pekerja Freeport Indonesia Ditemukan Meninggal Dunia
Tim PT Freeport Indonesia berupaya menyelamatkan pekerja yang masih terjebak di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) Tembagapura. Foto: Antara
PT Freeport Indonesia (PTFI) mengumumkan bahwa lima pekerja yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat insiden aliran lumpur (mud rush) pada 8 September 2025 di tambang Grasberg Block Cave, Papua, telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Dengan temuan ini, total korban jiwa dalam insiden tersebut menjadi tujuh orang.
Dalam keterangan resmi yang dirilis induk perusahaan, Freeport-McMoRan (NYSE: FCX), pada Senin (6/10), perusahaan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga para korban.
“Kami berduka atas kehilangan tujuh rekan kerja kami dalam insiden tragis ini dan menyampaikan belasungkawa tulus kepada keluarga yang kehilangan orang yang mereka cintai,” ujar Richard C. Adkerson, Chairman of the Board, dan Kathleen Quirk, President dan Chief Executive Officer Freeport-McMoRan.
Keduanya juga menyampaikan apresiasi kepada tim tanggap darurat yang telah bekerja tanpa henti dalam proses pencarian korban. “Kami berkomitmen untuk menyelidiki penyebab insiden ini dan mengambil semua langkah yang diperlukan agar tidak terulang kembali,” tambah mereka.
Insiden tersebut terjadi ketika sekitar 800.000 metrik ton material basah secara tiba-tiba masuk ke area tambang dari bekas lokasi tambang terbuka Grasberg dan bergerak cepat ke beberapa level, termasuk area layanan tempat para korban sedang melakukan kegiatan pengembangan tambang.
Sebagai langkah prioritas, PTFI menghentikan sementara seluruh operasi penambangan di distrik mineral Grasberg sejak 8 September 2025. Saat ini, perusahaan tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab insiden yang dinilai belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah panjang operasi tambang bawah tanah PTFI.
Investigasi melibatkan tim ahli eksternal dan difokuskan pada analisis akar penyebab serta rekomendasi pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. PTFI menargetkan hasil penyelidikan dapat diselesaikan pada akhir tahun 2025.
Selain itu, PTFI juga bekerja sama dengan otoritas pemerintah Indonesia dalam meninjau insiden serta merumuskan rencana operasional tambang di masa mendatang.
Sebelumnya, pada 24 September 2025, Freeport-McMoRan telah menyampaikan penilaian awal mengenai potensi dampak insiden terhadap produksi, dan hingga saat ini belum ada pembaruan terkait hal tersebut. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah proses investigasi dan penilaian kerusakan rampung.