Memasuki Tahun Politik, Bos OJK Optimistis Pemulihan Ekonomi Indonesia Terus Berlanjut

0
346

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan pemulihan ekonomi Indonesia yang telah terjadi selama tahun 2022 lalu akan terus berlanjut pada tahun ini. Aktivitas politik yang mulai riuh pada tahun ini, turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK, dalam laporannya pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2023, Senin (6/2) mengatakan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini, terutama ditopang oleh peningkatan aktivitas perekonomian dari sisi konsumsi dan investasi. Pencabutan kebijakan pembatasan sosial sejak awal tahun ini, menurut Mahendra, menjadi modalitas utama bagi pertumbuhan tahun ini.

Menurut Mahendra, pelaku ekonomi dalam negeri sudah memahami dan mengantisipasi risiko transmisi pelambatan pertumbuhan ekonomi global, termasuk dampak penurunan harga komoditas, penurunan permintaan ekspor dan pengetatan likuiditas global.

“Tahun ini, siklus politik 5 tahunan juga dimulai. Belajar dari periode lalu, akselerasi pertumbuhan konsumsi masyarakat dan aktivitas industri akan meningkat, khususnya industri padat karya seperti makanan/minuman, TPT, percetakan serta transportasi,” ujar Mahendra dalam acara yang juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo ini.

Baca Juga :   Ketua MES: Sektor Jasa Keuangan Syariah Tumbuh Tinggi di Tengah Pandemi

Ia mengatakan pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2024 merupakan yang ke-5 setelah reformasi. Meskipun suhu politik tentu meningkat, namun ia optimistis kondisi keamanan, kepastian hukum, dan iklim berusaha tetap terjaga dengan baik.

“Kondisi ini dimungkinkan karena Indonesia telah menjadi sistem demokrasi yang makin dewasa, pada saat Kepentingan Nasional adalah yang menjadi tujuan utama setiap kontestannya. Kali ini, Indonesia akan makin mengokohkan dirinya menjadi ‘Negara Demokrasi Presidensial Terbesar di dunia’. Indonesia seng ada lawan. Oleh karena itu, kami mengajak kita semua untuk tidak ragu-ragu terhadap penguatan perekonomian, stabilitas keuangan, serta perbaikan iklim dan kesempatan investasi di Indonesia. Investasi langsung maupun investasi portofolio dalam dan luar negeri terus meningkat,” ujar Mahendra.

 

Leave a reply

Iconomics