Menteri Purbaya Klaim Suku Bunga Perbankan Turun Setelah Penempatan Dana Pemerintah

0
118

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kebijakan penempatan dana pemerintah di perbankan telah berdampak pada penurunan suku bunga pinjaman dan deposito.

Pada September lalu, pemerintah memindahkan Rp200 triliun dana yang sebelumnya disimpan di Bank Indonesia ke bank-bank milik negara. Guyuran likuiditas diharapkan mendorong bank lebih agresif menyalurkan kredit ke dunia usaha.

Menurut Purbaya, tambahan likuiditas di sistem perbankan akan memacu kompetisi antarbank sehingga dapat menurunkan suku bunga pinjaman.

“Jadi, saya suruh mereka untuk berkompetisi di perekonomian supaya bunga pinjaman turun. Sekarang sudah turun cukup. Bunga deposito juga turun sehingga orang yang punya uang banyak gak sayang lagi taruh uangnya di bank. ‘Gue belanjain aja sekarang, atau bunganya lebih kecil’. Itu salah satu impact dari turunnya opportunity cost of money,” kata Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Selasa (28/10).

Ia menjelaskan, kebijakan ini dirancang agar dana pemerintah yang sebelumnya mengendap di bank sentral dapat disalurkan melalui sistem perbankan ke sektor riil, sehingga menggerakkan perekonomian.

Baca Juga :   Defisit APBN Semester I 2026 Terkendali di 0,76% PDB, Purbaya Optimistis Akhir Tahun Tetap di Bawah 3%

“Kita minta ke perbankan yang menerima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat dan gak boleh beli dolar, karena kalau enggak rupiahnya akan diperlemahkan,” ujarnya.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak melakukan intervensi besar terhadap penggunaan dana tersebut. Penyaluran dana diserahkan kepada sistem perbankan agar mekanisme pasar tetap berjalan.

“Saya memakai ekspertis dari sistem perbankan untuk menyalurkan dana itu ke perekonomian tanpa intervensi saya sebetulnya, maunya begitu. Walaupun ada ngomong sedikit, tapi sebetulnya itu yang saya pakai. Ini harusnya kalau normal sistem perbankannya bagus, dia akan nyebar ke sistem perbankan, kemudian ke kredit dan lain-lain. Itu akan menggerakkan perekonomian,” ujarnya.

Ia menambahkan, penempatan dana pemerintah di bank membuat perbankan memiliki likuiditas tinggi, sehingga terdorong menyalurkan kredit dengan bunga lebih rendah.

“Jadi, teori yang saya pakai itu. Sebetulnya saya gak intervensi terlalu besar terhadap penggunaan dana itu. Ada dana segar ke perbankan, dia gak bisa taruh di bank sentral lagi, saya pesan ke bank sentral jangan diserap ya dana itu. Jadi uangnya kan sekarang di brankas mereka banyak. Kalau mereka taruh di brankas terus, rugi karena dia bayar sama saya hampir 4%. Dia terpaksa menyalurkan uang itu mungkin pertama di interbank, di tempat lain, akhirnya pasti kredit,” kata Purbaya.

Leave a reply

Iconomics