Nilai Tukar upiah dan IHSG Menguat karena Saham BUMN dan Sinergitas Pemerintah-BI
Badan Pengaturan (BP) BUMN menilai menguatnya rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), berkat kinerja positif saham-saham perusahaan milik negara. Dan saham itu pun terkait sektor pertambangan yang naik 7%, sektor perbankan (Himbara), dan Telkom.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengatakan, IHSG telah mencapai level psikologis 6.000 pada perdagangan Jumat (12/6) ini. Lalu, nilai tukar rupiah pun berangsur-angsur menurun dari level psikologis Rp 18 ribu lebih menjadi ke level Rp 17.900-an.
Dony mengatakan, penguatan tersebut menandakan kebijakan saat ini berada di jalur yang tepat. Dan iklim investasi yang stabil merupakan kunci dalam menarik kemitraan strategis bernilai tinggi.
“Bagi masyarakat luas, stabilitas ini memastikan biaya kebutuhan pokok terkendali, dan aliran investasi akan bermuara pada penciptaan lapangan kerja baru yang lebih luas. Hilangkan keraguan, mari bersama-sama kita jaga optimisme,” kata Dony dalam keterangan resminya pada Jumat (12/6).
Kondisi itu, kata Dony, tidak terlepas dari sinergi strategis antara pemerintah dengan otoritas terkait. Semisal, Bank Indonesia (BI) menyesuaikan suku bunga acuan menjadi 5,50% atau naik 25 bps, dan pelaku pasar menyambut positif keputusan tersebut.
“Melihat pergerakan IHSG yang melesat hijau menembus 6.000 dan nilai tukar rupiah yang kembali menguat hari ini, kita patut bersyukur dan bangga. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelaku pasar. Ini adalah bukti nyata bahwa investor global maupun domestik menaruh kepercayaan penuh pada ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia, khususnya pada portofolio BUMN kita,” ujar Dony.