OJK Luncurkan Program Pintar Reksa Dana, Ini Tujuannya

0
33
Reporter: Rommy Yudhistira

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (Pintar Reksa Dana). Tujuannya untuk meningkatkan pendalaman pasar dengan mendorong partisipasi masyarakat di pasar modal.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah menilai program Pintar Reksa Dana mampu mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk bagi generasi muda.

“Kami juga berharap pasar modal tidak hanya dibangun untuk hari ini tetapi untuk masa depan generasi muda. Pasar modal diharapkan dapat lebih inklusif dan tumbuh berkelanjutan,” kata Airlangga dalam acara peluncuran di Jakarta, Senin (27/4).

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kondisi pasar modal Indonesia dalam keadaan baik, dan aman bagi investor. Dan tata kelola merupakan hal mutlak yang dapat dilakukan dalam mengelola pasar modal Indonesia.

Dengan pasar modal yang bersih, kata Purbaya, investor akan merasa aman, dan menilai Indonesia sebagai tujuan investasi yang kredibel.

“Sekarang pengawasan di pasar modal sudah diperbaiki. Investasi Anda di pasar modal dijamin keamanannya. Pasar modal kita sudah memperbaiki integritasnya dengan baik, ke depan ini adalah tempat yang aman untuk berinvestasi,” kata Purbaya.

Baca Juga :   BPR Indramayu Jabar Kembali Berstatus Normal, bank bjb Ungkap Langkah-langkah Selanjutnya

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menambahkan, program itu sejalan dengan 8 rencana aksi reformasi integritas pasar modal Indonesia. Tidak hanya menguatkan integritas, program tersebut juga didukung dengan kualitas tata kelola, dan melibatkan partisipasi masyarakat sebagai investor di pasar modal.

“Program ini juga menjadi bagian dari reformasi sistemik untuk memperkuat peran pasar modal sebagai pilar pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian nasional,” kata Friderica.

Masih soal Pintar Reksa Dana, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyebutkan, peluncuran program menjadi momen strategis untuk mendorong, serta mempercepat inklusi investasi.

OJK pun, kata Hasan, mengajak asosiasi untuk berperan aktif dalam menerapkan mekanisme self control, dan mengenal perilaku market conduct yang dilakukan anggota. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pencegahan dini, terhadap potensi praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan.

“Pendalaman pasar tidak hanya diukur dengan peningkatan angka jumlah investor, akan tetapi juga upaya memperkuat kualitas ekosistem pasar,” ujar Hasan.

Leave a reply

Iconomics