Pelatihan SDM Jadi Kunci untuk Kembangkan UMKM dan Ekonomi Digital di Desa
Tangkapan layar YouTube, Asisten Deputi Permodalan Kementerian Koperasi dan UKM Fixy/Iconomics
Kementerian Koperasi dan UKM menyebut kendala utama yang sering dihadapi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) adalah kualitas produk. Selanjutnya, setelah produk tersebut diterima secara kulitas dan masuk ke dalam pasar, terkadang memiliki keterbatasan dalam kapasitas produksi.
Di samping itu, kata Asisten Deputi Permodalan Kementerian Koperasi dan UKM Fixy, permodalan juga kerap menjadi permasalahan yang mendera UMKM. Tetapi, hasil temuan Kementerian Koperasi dan UMKM, permodalan ini bukan lagi menjadi masalah karena masifnya lembaga-lembaga yang menyediakan permodalan salah satunya teknologi finansial (fintech).
“Banyak sebetulnya yang bersedia memberikan modal dan pembiayaan, yang menjadi masalah adalah begitu pelaku usaha ini mendapatkan modal pemanfaatannya tidak 100% efektif karena ketiadaan pendampingan dalam memanfaatkan modal tersebut,” kata Fixy dalam sebuah diskusi virtual beberapa waktu lalu.
Karena itu, kata Fixy, fintech yang memberikan permodalan kepada UMKM sekaligus memberi pendampingan atau pelatihan untuk memanfaatkan modal tersebut. Dengan kata lain, sumber daya manusia (SDM) pelaku UMKM perlu mendapatkan pelatihan atau pendampingan untuk mengelola modal.
Begitu juga dalam konteks perekonomian di desa, kata Fixy. Jika produk-produk masyarakat desa ingin masuk digitalisasi, maka diperlukan pendampingan terhadap SDM di desa. Apalagi penggunaan gawai pintar saja masih rendah, bahkan jika memiliki gawai itu tidak dimanfaatkan untuk kepentingan perekonomiannya.
“Di sini dibutuhkan pendampingan bukan hanya dari sisi pelaku usaha, tapi perlu mengidentifikasi berapa tenaga pendamping yang bisa melatih masyarakat desa agar masuk dalam ekosistem ekonomi digital. Apalagi sulit mengharapkan masyarakat desa itu untuk belajar sendiri dalam menggunakan teknologi digital,” kata Fixy.