Pemerintah Disebut Harus Fokus 3 Hal Ini agar Tingkatkan Pertumbuhan 5 Tahun ke Depan, Apa Saja?
Tangkapan layar Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo/Iconomics
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebut pemerintah perlu melakukan fokus terhadap 3 hal yang dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia 5 tahun ke depan. Adapun ketiga hal itu meliputi mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meningkatkan investasi, dan mendorong industri manufaktur sektor padat karya.
“Ini saya rasa 3 hal yang perlu difokuskan untuk 5 tahun ke depan,” kata Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dalam acara Outlook Perekonomian Indonesia 2024 di Hotel St. Regis Jakarta, Jumat (22/12).
Tiko menuturkan, jika dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca-pandemi Covid-19, dalam 2 tahun terakhir karena dorongan dari peningkatan ekspor komoditas seperti nikel, batu bara, dan crude palm oil (CPO). Namun, kinerja ekspor pada komoditas tersebut sudah berangsur-angsur menurun, khususnya di akhir periode 2023 ini.
Untuk itu, kata Tiko, pemerintah perlu mengambil jalan keluar dengan fokus terhadap agen ekonomi yang lain seperti sektor konsumsi rumah tangga atau household consumption dan investasi. Dengan demikian, peran dari para pelaku UMKM sangatlah penting untuk meningkatkan sektor tersebut.
Soal itu, kata Tiko, bisa dilihat dari jumlah perusahaan yang sebesar 65% didominasi UMKM yang disebut mampu menyerap 90% tenaga kerja yang ada di Indonesia. “Ini harus kita dorong supaya household consumption bisa tumbuh di atas 6% dan investment juga tumbuh di atas 10%. Ini memang perlu suatu strategi khusus,” ujar Tiko.
Berdasarkan hal tersebut, kata Tiko, pemerintah akan terus mendorong UMKM agar bisa naik kelas, sehingga mampu meningkatkan daya beli masyarakat, dan menciptakan konsumsi rumah tangga yang tumbuh lebih cepat. Juga akan memperkuat ekosistem e-commerce, trading, dan pertanian, dinilai bisa meningkatkan kualitas dan kelas UMKM.
“Kita juga mesti memperhatikan masyarakat di pendapatan menengah ke bawah supaya di-support terus dengan bansos dan penguatan dari sisi kekuatan sosialnya mereka,” ujar Tiko.
Dari sisi investasi, kata Tiko, pemerintah sedang membidik beberapa target besar. Selain menargetkan pencapaian hilirisasi, pemerintah berupaya melakukan refocusing terhadap manufaktur padat karya sebagai cara meningkatkan insentif manufaktur sektor padat karya.
“Jadi kita butuh juga program investment untuk mendekatkan industri padat karya manufaktur, tetapi juga bagaimana industri manufaktur yang high end. Ini industri manufaktur high end kita bisa fokus pada ekosistem EV (electric vehicle) baterai dan turunannya. Mulai dari smelter dan turunannya,” ujar Tiko.