Pemerintah Indonesia dan AS Capai Kesepakatan Tarif Dagang, Garuda Indonesia Intensifkan Komunikasi dengan Boeing
Ilustrasi Garuda Indonesia/Foto: ist
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) akan mengintensifkan komunikasi dengan Boeing, pabrikan pesawat asal Amerika Serikat (AS), setelah Pemerintah Indonesia dan AS mencapai kesepakatan tarif perdagangan.
“Kesepakatan antara Presiden RI dan Presiden Amerika Serikat merupakan kabar baik bagi Garuda Indonesia, karena hal ini sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan untuk menambah armada menjadi sekitar 120 pesawat dan jaringan hingga 100 rute dalam 5 tahun ke depan,” kata Sekretaris Perusahaan Garuda Indonesia, Cahyadi Indrananto saat dihubungi Theiconomics.com, Rabu (16/7).
Cahyadi mengatakan beberapa waktu terakhir ini, Garuda Indonesia sebenarnya sudah melakukan komunikasi dan penjajakan dengan Boeing terkait pengadaan pesawat baru.
“Kini, dengan adanya kesepakatan antara pimpinan kedua negara, kami tentu akan makin mengintensifkan komunikasi untuk membahas detail kebutuhan armada tersebut,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan bahwa tarif bea masuk Amerika Serikat terhadap produk ekspor Indonesia turun dari sebelumnya ditetapkan 32% menjadi 19%. Sebaliknya, barang-barang Amerika Serikat yang diimpor ke Indonesia dikenakan tarif 0% alias bebas tarif.
Indonesia juga berkomitmen membeli produk pertanian dari Amerika Serikat senilai US$4,5 milir, energi senilai US$15 miliar dan 50 unit pesawat Boeing.
Ditanya mengenai, apakah sudah ada kesepakatan antara Garuda Indonesia dengan Boeing, Cahyadi mengatakan “ada beberapa detil yang saat ini sedang kami negosiasikan.”
“Semoga bisa segera kami umumkan,” ujarnya.
Cahyadi mengatakan pengadaan 120 pesawat baru dalam lima tahun ke depan memang tidak hanya dari Boeing.
“Rencana 120 pesawat, termasuk jenis dan tipenya, masih sangat terbuka dan tergantung beberapa faktor, antara lain kesiapan pabrikan untuk menyediakan jenis dan tipe pesawat yang sesuai dengan kebutuhan Garuda Indonesia. Tadi di bandara Halim, Bapak Presiden juga sudah menyampaikan bahwa komunikasi juga masih terus dilakukan dengan Airbus,” jelasnya.