Pemerintah Kembali Salurkan SAL ke Bank Himbara dan Daerah, Begini Serapannya

0
41
Reporter: Rommy Yudhistira

Pemerintah kembali mengalokasikan saldo anggaran lebih (SAL) senilai Rp 76 triliun ke Bank Himbara, dan bank daerah. Adapun bank yang mendapatkan alokasi anggaran tersebut yakni Bank Mandiri Rp 25 triliun, BRI Rp 25 triliun, BNI Rp 25 triliun, dan Bank DKI Rp 1 triliun.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menjelaskan, penambahan SAL itu dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan, dan memutar roda perekonomian lebih cepat. Sebelumnya pemerintah pun telah menyalurkan SAL sebesar Rp 200 triliun kepada Bank Himbara.

“Ini nanti menciptakan pertumbuhan ekonomi yang kita harapkan. Dalam jangka pendek bisa cukup signifikan. Investasi kita dorong untuk mulai meningkat, konsumsi meningkat, sehingga sektor riil juga bergerak. Kredit yang disalurkan oleh sektor perbankan itu bisa lebih cepat, didukung dengan cost of fund yang lebih rendah,” Kata Febrio di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Untuk realisasi penyaluran dana pemerintah Rp 200 triliun, kata Febrio, penyerapan penyaluran kredit telah mencapai Rp 167,6 triliun atau sebesar 84% per 22 Oktober 2025. Untuk Bank Mandiri jumlah penempatan Rp 55 triliun, terserap Rp 55 triliun atau 100%. BRI penempatan Rp 55 triliun, terserap Rp 55 triliun atau 100%.

Baca Juga :   Redenominasi Rupiah 1.000:1 Diproyeksikan Rampung 2027, DPR Ingatkan Risiko Teknis dan Psikologis

Kemudian, BNI penempatan Rp 55 triliun, terserap Rp 37,4 triliun atau 68%. BTN penempatan Rp 25 triliun, terserap Rp 10,3 triliun atau 41%. BSI penempatan Rp 10 triliun, terserap Rp 9,9 triliun atau 99%.

“Ini terutama karena yang kita tempatkan di sana lebih rendah biayanya dibandingkan cost of fund dari perbankan yang kita tempatkan itu. Kita tempatkan sesuai dengan bunga penempatan kita di Bank Indonesia (BI) yaitu sekitar 80% dari suku bunga kebijakan,” tambah Febrio.

Lebih lanjut Febrio mengatakan, dengan memberlakukan bunga yang sama dengan penempatan BI, membuat cost of fund perbankan menjadi lebih baik. Rendahnya cost of fund membuat perbankan yang mendapat alokasi SAL lebih mudah untuk menyalurkan kredit.

“Karena memang perbankan itu, khususnya bank-bank yang kita tempatkan ini punya banyak sekali DPK (dana pihak ketiga) yang cost of fund-nya cukup tinggi. Sehingga begitu kita letakkan Rp 200 triliun dengan bunga 3,8% itu, perbankan khususnya Bank Himbara dan BSI menurunkan bunga DPK cukup signifikan. Pada gilirannya tentu akan menurunkan suku bunga kredit,” ujar Febrio.

Leave a reply

Iconomics