Penjualan Sampoerna Rp112,17 Triliun pada 2025, Laba Bersih Turun Tipis
Pelepasan ekspor perdana produk tembakau inovatif bebas asap oleh PT HM Sampoerna Tbk. di Karawang, Jawa Barat pada Kamis (12/01/2023)/Dok. Ekon
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) mencatatkan penurunan penjualan sepanjang tahun buku 2025. Meski demikian, perusahaan rokok afiliasi Philip Morris International tersebut mampu menjaga kinerja laba bersih relatif stabil seiring penurunan biaya produksi.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang berakhir 31 Desember 2025, penjualan bersih HMSP tercatat sebesar Rp112,17 triliun, turun dibandingkan Rp117,88 triliun pada 2024. Dengan demikian, penjualan perseroan menurun sekitar Rp5,71 triliun atau 4,84% secara tahunan (year on year/yoy).
Di tengah penurunan pendapatan tersebut, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp6,61 triliun, sedikit lebih rendah dibandingkan Rp6,65 triliun pada 2024. Secara tahunan, laba bersih tersebut turun tipis sekitar Rp36,32 miliar atau 0,55% yoy.
Dari sisi biaya, perseroan mencatatkan penurunan signifikan pada beban pokok penjualan (cost of goods sold/COGS). Pada 2025, beban pokok penjualan tercatat Rp91,55 triliun, turun dari Rp99,35 triliun pada 2024 atau berkurang sekitar Rp7,79 triliun (7,84% yoy).
Penurunan biaya produksi tersebut mendorong peningkatan laba kotor HMSP menjadi Rp20,62 triliun pada 2025, dibandingkan Rp18,53 triliun pada tahun sebelumnya.
Dengan perkembangan tersebut, margin laba kotor perseroan meningkat menjadi sekitar 18,4% pada 2025, naik dari sekitar 15,7% pada 2024. Kenaikan margin ini menunjukkan kemampuan perseroan menjaga profitabilitas di tengah tekanan pada sisi penjualan.
Jika dilihat dari struktur biaya, rasio beban pokok penjualan terhadap penjualan bersih tercatat sekitar 81,6% pada 2025, lebih rendah dibandingkan 84,3% pada 2024. Penurunan rasio ini mengindikasikan adanya perbaikan efisiensi biaya produksi maupun perubahan komposisi produk yang dijual.
Penjualan bersih perseroan terutama berasal dari penjualan kepada pihak ketiga, sedangkan sebagian kecil berasal dari transaksi dengan pihak berelasi. Penjualan kepada PT Philip Morris Indonesia selaku pemegang saham pengendali tercatat Rp692,42 miliar pada 2025, meningkat dibandingkan Rp465,02 miliar pada 2024.
Secara keseluruhan, meskipun pendapatan HMSP mengalami penurunan pada 2025, perusahaan mampu menjaga kinerja profitabilitas melalui penurunan beban pokok penjualan dan perbaikan margin laba kotor.