Persaingan Smartphone di Tengah Harga Chip RAM yang Melambung

0
71
Reporter: Rommy Yudhistira

Dampak kelangkaan chip RAM diprediksi akan menaikkan harga ponsel, lantaran adanya tekanan pada struktur biaya produksi industri smartphone. Belakangan memang chip RAM mengalami lonjakan harga akibat banyaknya permintaan terhadap komponen tersebut.

Sebagai perusahaan retail dan distribusi perangkat telekomunikasi selular, PT Erajaya Swasembada Tbk (kode saham: ERAA) menyikapi kondisi tersebut dengan tetap menjaga stabilitas pasokan, mengelola portofolio produk secara adaptif, dan melindungi daya beli konsumen.

Head of Corporate & Marketing Communications Erajaya Swasembada, Stephen Warouw mengatakan pihaknya akan melakukan beberapa pendekatan seperti berkolaborasi erat dengan brand principal untuk memantau perkembangan pasokan global, dan memastikan ketersediaan produk tetap terjaga di pasar Indonesia.

“Dengan demikian, jika pun ada penyesuaian harga, skala kenaikannya cenderung moderat, dan biasanya dilakukan selektif pada segmen atau model tertentu. Banyak pelaku industri akan memilih menjaga daya beli konsumen sebagai prioritas, sehingga penyesuaian harga diusahakan seminimal mungkin,” kata Stephen kepada The Iconomics pada Rabu (24/12/2025).

Erajaya, kata Stephen, pun melakukan perencanaan inventori secara adaptif, dan berbasis permintaan. Seperti, melakukan penguatan ekosistem retail dan omnichannel Erajaya, memberikan solusi pembiayaan yang komprehensif, mulai dari program trade-in, cicilan kartu kredit, hingga kerja sama dengan lembaga pembiayaan non-bank dengan bunga yang kompetitif.

Baca Juga :   Erajaya Swasembada Setuju Bagi Dividen 32,48% dari Laba 2023

“Sehingga potensi penyesuaian harga dapat dikelola tanpa mengurangi minat beli konsumen. Edukasi pasar secara berkelanjutan melalui kanal resmi, agar konsumen memahami dinamika industri global secara proporsional dan tidak menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan,” tambahnya.

Melalui pendekatan itu, Stephen mengatakan Erajaya berupaya untuk menjaga kesinambungan bisnis sekaligus memastikan aksesibilitas produk teknologi tetap terjaga bagi masyarakat, meskipun industri global menghadapi tantangan pada sisi rantai pasok.

“Fokus pada value for money, dengan menghadirkan ragam pilihan produk lintas merek dan segmen harga, sehingga konsumen tetap memiliki alternatif yang relevan sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka,” ujar Stephen.

 

Dampak Terhadap Produsen Lokal

Secara umum, Stephen menyebutkan ketatnya pasokan komponen RAM dapat mempengaruhi produsen lokal. Stephen mengatakan produsen lokal yang bergantung pada komponen impor, termasuk RAM, berpotensi merasakan tekanan, terutama apabila volume pembelian cenderung kecil dibandingkan produsen global. Meski demikian, Stephen menyebutkan dampak yang dirasakan bergantung pada kemampuan produsen tersebut terhadap tata kelola rantai pasok, dan fleksibilitas desain produk.

Baca Juga :   Ini Catatan ATSI Soal Tantangan Telko

Lalu bagaimana dengan produsen Tiongkok yang selama ini dikenal sebagai merek penyedia ponsel murah?

Stephen menuturkan merek-merek Tiongkok umumnya memiliki skala produksi yang besar, dan memiliki hubungan strategis jangka panjang dengan pemasok komponen. Hal itu, kata Stephen, memberikan ketahanan yang relatif lebih baik, jika terjadi dinamika pasokan seperti kelangkaan RAM.

Kendati demikian, Stephen mengatakan tekanan terhadap biaya bisa saja terjadi. Namun biasanya, Stephen menambahkan produsen asal Tiongkok mampu menjaga posisi harga agar tetap kompetitif melalui efisiensi internal, inovasi manufaktur, dan portofolio produk yang luas.

“Dengan demikian, image sebagai brand terjangkau biasanya tetap dapat dipertahankan, meskipun penyesuaian pada model tertentu mungkin saja terjadi,” ujar Stephen.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics