Pertamina Jaga Pasokan Energi Nasional, Perkuat Monitoring Lewat Pertamina Digital Hub

0
47

PT Pertamina (Persero) terus menjaga pasokan energi nasional, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, melalui berbagai langkah penguatan (build-up) pasokan energi seperti BBM dan LPG. Monitoring pasokan dilakukan secara ketat melalui Pertamina Digital Hub, sistem pengawasan dan pengendalian pasokan energi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Pertamina Digital Hub menjadi salah satu strategi utama perusahaan dalam menjaga tingkat cadangan energi agar tetap tersedia secara konsisten setiap waktu. Melalui sistem ini, seluruh aktivitas pengelolaan energi dapat dipantau secara terpusat dan real time.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi tinggi menjadi kunci dalam pengawasan pengelolaan energi nasional. Pertamina Digital Hub telah terkoneksi dengan seluruh lini bisnis Pertamina, sehingga seluruh aktivitas dan proses bisnis dapat terpantau dengan jelas.

“Pada fasilitas ini, Pertamina mampu memetakan kondisi pasokan dan cadangan energi di setiap rantai pasok secara kontinyu, mulai dari sektor hulu, pengolahan, pengapalan dan pengangkutan, hingga distribusi ke SPBU-SPBU Pertamina. Kami memiliki akses terhadap data dan kamera pengawasan, bahkan pergerakannya setiap detik,” jelas Baron dalam keterangan pers, Kamis (5/3).

Baca Juga :   Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Pertamina–ENI Tandatangani MOU Kerja Sama Pengelolaan Hulu Migas

Pada sektor hulu, Pertamina memastikan seluruh kegiatan operasional berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan, sehingga target operasional masing-masing entitas dapat terjaga dengan baik.

Sementara itu, di sektor hilir, Pertamina memonitor pergerakan kapal pengangkut produk dan minyak mentah, termasuk proyeksi waktu kedatangan pengadaan untuk kemudian diolah di enam kilang Pertamina. Optimalisasi operasional kilang dalam negeri terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

Pemanfaatan teknologi tinggi juga memudahkan Pertamina dalam memantau ketersediaan produk di outlet penjualan, seperti BBM di SPBU. Pertamina dapat memonitor pergerakan awak mobil tangki dalam proses distribusi hingga memantau jumlah stok di masing-masing SPBU.

“Melalui satu dashboard terpadu, Pertamina dapat mengidentifikasi pergerakan konsumsi BBM dan LPG di setiap wilayah, sehingga langkah antisipatif dapat dilakukan lebih dini apabila terjadi peningkatan permintaan, kondisi cuaca ekstrem, maupun dinamika global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi,” ujarnya.

Baron menambahkan, transformasi digital menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Sesuai dengan ketentuan Pemerintah, Pertamina telah mengamankan cadangan energi nasional di atas level minimum, yakni berkisar antara 21 hingga 23 hari. Bahkan, untuk produk tertentu, cadangan energi dapat mencapai hingga 35 hari.

Baca Juga :   Jasa Marga Catat 2,06 Juta Kendaraan yang Masuk Lagi ke Jabotabek dari H1 hingga H+8

“Acuan cadangan Pemerintah menjadi ambang batas pengamanan yang harus selalu dipertahankan. Selama distribusi dan suplai berjalan normal, stok terus mengalami pergerakan, sehingga Pertamina terus menjaga cadangan di atas level minimum. Ini menjadi langkah mitigasi risiko dan bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi,” jelas Baron.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics