Akulaku Finance Tumbuh Double Digit pada 2025, Siapkan Strategi Ekspansi dan Penguatan Ekosistem pada 2026

0
97

PT Akulaku Finance Indonesia mencatat kinerja solid sepanjang 2025 dengan pertumbuhan pembiayaan baru dan profitabilitas yang tetap terjaga di tengah persaingan industri buy now pay later (BNPL) yang semakin ketat. Capaian ini menjadi landasan bagi perusahaan dalam menargetkan pertumbuhan berkelanjutan pada 2026.

Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia, Perry Barman Slangor, menyampaikan bahwa sepanjang 2025 Akulaku Finance berhasil membukukan pertumbuhan pembiayaan baru sebesar 23 persen secara tahunan. Total pembiayaan baru mencapai Rp7,44 triliun, meningkat dari Rp6 triliun pada 2024.

“Pertumbuhan ini boleh dikatakan cukup sehat. Mengapa? Karena NPL kami cukup rendah, yaitu 1,1 persen,” ujar Perry dalam acara buka puasa bersama wartawan di Jakarta, Kamis (5/3).

Dari sisi profitabilitas, laba Akulaku Finance pada 2025 melonjak 66 persen menjadi Rp108 miliar dari sebelumnya Rp65 miliar. Kinerja tersebut ditopang oleh efisiensi operasional, peningkatan volume transaksi, pertumbuhan pendapatan, serta pengendalian biaya.

Perry mengatakan 89 persen portofolio perusahaan saat ini berasal dari bisnis Buy Now Pay Later (BNPL).

Memasuki 2026, Akulaku Finance menargetkan pertumbuhan pembiayaan baru sebesar 12 persen dengan nilai penyaluran mencapai Rp8,2 triliun. Perusahaan juga menargetkan rasio NPL tetap terjaga di kisaran 1,2 persen guna memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga :   Kegiatan Usaha Akulaku Finance Masih Dibatasi, OJK Kasih Waktu Hingga Juni 2024 untuk Perbaikan Proses Bisnis

Untuk mencapai target tersebut, Perry menyampaikan  Akulaku Finance mengandalkan kekuatan ekosistem yang telah terbangun. Perusahaan memiliki basis pengguna yang besar dan loyal, dengan volume transaksi mencapai sekitar 46,5 juta transaksi sepanjang tahun lalu. Basis data ini memungkinkan perusahaan memahami dan menganalisis perilaku konsumen secara lebih mendalam guna meningkatkan penetrasi layanan secara lebih relevan.

Akulaku Finance juga akan terus memperdalam kerja sama dengan berbagai platform e-commerce, baik yang berada dalam ekosistem grup maupun pihak ketiga. Selain kanal digital, perusahaan juga memperluas jangkauan di pasar offline dengan menggandeng lebih dari 10.000 merchant di seluruh Indonesia, mulai dari sektor ritel, gadget, hingga gaya hidup. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kehadiran layanan pembiayaan tidak hanya secara online, tetapi juga di toko fisik.

“Jadi, kami berupaya deepening not just online, tetapi  juga di offline market as well,” ujarnya.

Dari aspek manajemen risiko, Akulaku Finance mengoptimalkan pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), termasuk sistem credit scoring dan pemantauan portofolio, guna memitigasi risiko kredit sekaligus menjaga kualitas pertumbuhan pembiayaan agar tetap sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga :   Akulaku Finance Indonesia Sumringah, Selesaikan "PR" dari OJK Lebih Awal

Perry mengatakan pada 2026, strategi perusahaan bertumpu pada dua pilar utama, yaitu ekspansi pasar dan penguatan ekosistem. Saat ini, sekitar 68 persen portofolio pembiayaan masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sehingga peluang ekspansi ke wilayah luar Jawa dinilai masih sangat besar. Untuk mendukung hal tersebut, Akulaku Finance akan terus memperkuat dominasi di e-commerce serta menjajaki kolaborasi dengan mitra strategis, termasuk grup MUFG dan Bank Danamon.

Sebagai salah satu pemain utama di industri BNPL, Akulaku Finance mengandalkan integrasi mendalam dengan ekosistem Akulaku, kekuatan distribusi melalui aplikasi mandiri dan e-commerce besar seperti TikTok dan Shopee, serta jaringan merchant yang luas. Perusahaan juga didukung jutaan pengguna terdaftar yang mayoritas berasal dari kalangan Gen Z dan milenial, serta kemitraan dengan 16 perbankan sebagai sumber pendanaan.

“Dengan basis pengguna yang muda dan besar, dukungan dari belasan perbankan, dan saluran distribusi yang cukup menyeluruh dari aspek belanja konsumen, kita memiliki fundamental yang baik untuk terus memimpin inklusi keuangan di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :   Akulaku Finance Perkuat Pembiayaan Produktif, Realisasikan Pembiayaan Puluhan Alat Berat

Dari sisi produk, pembiayaan Akulaku Finance menawarkan fleksibilitas tenor hingga 12 bulan dan terintegrasi sebagai metode pembayaran utama di berbagai platform digital. Transaksi masih didominasi kanal online, meski penetrasi offline terus ditingkatkan. Perusahaan juga terus memperluas kemitraan di berbagai daerah untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Penguatan teknologi menjadi elemen kunci dalam strategi jangka panjang. Selain pengembangan infrastruktur digital, Akulaku Finance menerapkan teknologi verifikasi wajah berbasis AI untuk mencegah potensi penipuan, serta mengembangkan fitur income prediction guna memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat pekerja informal. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang sehat sekaligus memperkuat peran dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics