Polteknaker Kerja Sama dengan Huawei Tech untuk 3 Bidang Ini, Apa Saja?
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melalui Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) bekerja sama dengan PT Huawei Tech Investment. Bidang kerja sama kedua lembaga ini meliputi pendidikan, pengembangan kompetensi, dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM).
Sekretaris Jenderal Kemenaker Cris Kuntadi mengatakan, kolaborasi kedua lembaga ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman antara Kemenaker dan Huawei Tech Investment.
“Apa yang telah disepakati di tingkat kementerian sebagai arah besar, kini diterjemahkan menjadi langkah konkret di tingkat satuan pendidikan melalui program-program yang langsung menyentuh dosen dan mahasiswa,” kata Cris dalam keterangan resminya pada Selasa (23/6).
Cris menambahkan, Polteknaker siap menjalankan mandat untuk menyiapkan SDM yang kompeten di bidang ketenagakerjaan melalui program studi keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Juga relasi industri, dan manajemen SDM.
“Ilmu yang diajarkan tidak boleh berhenti di ruang kelas. Pendidikan vokasi menekankan kemampuan untuk mengerjakan, mempraktikkan, dan menghasilkan. Karena itu, kami ingin menjadi jembatan antara kampus dan industri, dan kemitraan dengan Huawei merupakan salah satu wujud nyata dari upaya tersebut,” kata Cris.
Melalui kerja sama itu, kata Cris, kedua belah pihak akan berkolaborasi dalam 3 ruang lingkup utama. Pertama, bidang pendidikan dan pengajaran melalui keterlibatan praktisi sebagai dosen dalam kuliah umum, seminar, penyelarasan kurikulum, kunjungan industri, dan penyediaan sarana praktik mahasiswa.
Kedua, peningkatan kompetensi dan pengembangan SDM melalui berbagai program pelatihan. Ketiga, pemberdayaan SDM melalui penyediaan kesempatan magang, informasi peluang kerja, dan pelaksanaan campus hiring.
“Kami tidak sekadar menyiapkan tenaga kerja, tetapi menyiapkan manusia agar dapat bekerja dengan bermartabat, aman, dan memiliki kesempatan yang adil untuk berkembang. Kami melihat mitra kami memiliki komitmen yang sama, yaitu berinvestasi pada manusia dan memberdayakan talenta,” ujar Cris.