Presiden Jokowi: Tahun 2023, Kita Optimis Tetapi Harus Hati-hati dan Waspada

0
446

Presiden Joko Widodo mengatakan sikap hati-hati dan waspada harus tetap dikedepankan dalam menyongsong situasi tahun 2023 karena kondisi global yang masih diwarnai ketidakpastian dan keruweatan.

Presiden mengungkapkan dari pertemuannya dengan para pimpinan negara G20 di Bali beberapa waktu lalu, terkonfirmasi bahwa situasi global masih diselimuti ketidakpastian, ruwet, kompleks dan sulit diprediksi. Harga minyak dunia, misalnya, sulit untuk diprediksi.

“Saya tanya produsen-produsen minyak yang gede-gede, enggak bisa memprediksi. Dan akan di-cap harga minyak, lebih menyulitkan lagi mengitungnya nanti seperti apa. Oleh sebab itu, di 2023 betul-betul kita harus hati-hati dan waspada. Saya setuju bahwa kita harus optimis, tetapi tetap hati-hati dan waspada,” ujar Presiden dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022, di Jakarta Covention Center (JCC), Selasa (30/11).

Menurut Presiden, beberapa hal yang diperlu diwaspadai misalnya, ekspor Indonesia yang tahun ini dan tahun 2021 lalu melonjak tinggi. “Tetapi, hati-hati, tahun depan bisa menurun, karena problem di Tiongkok yang belum selesai sehingga ekonomi mereka juga turun karena policy nol Covid-19,” ujar Presiden.

Baca Juga :   Presiden Jokowi Pompa Optimisme di Depan Pebisnis

Tekanan terhadap ekspor Indonesia juga berasal dari ekonomi Uni Eropa yang diperkirakan mengalami resesi dan kenaikan suku bunga di Amerika Serikat, Fed Fund Rate yang akan mengerem pertumbuhan ekonomi negara Paman Sam.

“Ekspor kita ke sana juga gede banget, ekspor kita ke Tiongkok/Cina itu gede banget, ke Uni Eropa juga gede. Oleh sebab itu, hati-hati. Hati-hati,” ujar Presiden.

Hal lain yang perlu diwasapadai, lanjut Presiden adalah terkait investasi. Indonesia, menurutnya sudah mendapatkan trust atau kepercayaan dari investor dengan berbagai reformasi kebijakan dan struktural di dalam negeri, diantaranya melalui Undang-Undang Cipta Kerja dan beberapa undang-undang lainnya yang kini sedang dalam proses seperti di sektor keuangan dan kesehatan.

“Semuanya itu me-reform kita yang itu juga dilihat bahwa kita memang ingin membangun sebuah cara-cara kerja baru, kita ingin membangun sebuah mindset baru, itulah yang menimbulkan trust dan kepercayaan terhadap kita. Tapi hati-hati, masih perlu policy-policy yang kita reform, dan perlu pelaksanaan di lapangan yang benar,” ujar Presiden.

Leave a reply

Iconomics